Author Archives: g0En

185 hari

Jika sabda-Nya tlah berbicara,
tak kan ada yang kuasa memutuskan ikatan-Nya.
‘Jadi, maka jadilah!’

Jika takdir-Nya tlah tertulis,
segalanya menjadi mungkin.
Meski hanya seratus delapan puluh lima hari.
-Jakarta, 10 Februari 2011, 01:55 am-


dopod 838pro : upgrade WM 5 ke WM 6.1

Setelah bertahan selama hampir 2 tahun dengan Windows Mobile 5 untuk OS Dopod 838pro milik saya, akhirnya jebol juga tembok pertahanan saya untuk ngoprek. Saya memutuskan untuk upgrade ke Windows Mobile 6.1 dengan tangan sendiri yang sebenarnya cukup beresiko. Padahal, saya berencana menjual PDA tersebut dalam waktu dekat dan menggantinya dengan HTC Touch Pro atau Blackberry Bold. Kalau proses upgrade tidak berjalan sebagaimana mestinya, bisa jadi tidak akan laku dijual, sementara garansi pun sudah habis. Tapi karna keinginan sudah terlalu menggebu, dampak seandainya gagal pun tidak dipikirkan lagi.
Tapi saya juga tidak gegabah untuk upgrade OS tersebut. Sebelum eksekusi, saya bertanya dulu kepada Mbah Gugel yang Serba Tau.  Saya diberi petunjuk ke alamat ini, ini, dan ini sebagai persiapan sebelum upgrade OS. Setelah membaca beberapa artikel, saya pun mengunduh ROM yang nanti akan digunakan untuk upgrade. Ada dua versi ROM yang saya unduh, yaitu :

  1. 838Pro_HK_ENG_WM6_Upgrade_20070712.zip yang merupakan versi rilis resmi dari HTC
  2. CRC_r13.4-normal.7z yang merupakan versi oprekan dari Steve

Selain itu harus tersedia juga Microsoft Active Sync 4.5 atau Windows Mobile Device Centre 6.1 untuk sinkronisasi perangkat PDA dengan komputer / laptop. Untuk WMDC 6.1 memang sudah terinstall di laptop, karna memang saya sudah terbiasa melakukan sinkronisasi phonebook ataupun kalender di outlook dan juga untuk keperluan instalasi program yang lain. Tahap persiapan sudah selesai, tinggal eksekusi.

Bismillahirrahmanirrahim…

Tahap pertama yang dilakukan adalah meng-ekstrak file ROM yang tadi sudah didownload, yang didalamnya terdapat dua file, yaitu RUUWrapper.exe dan RUU_Signed.nbh seperti gambar berikut ini :

Ekstrak ROM

Ekstrak ROM

Continue reading


ritual minum kopi

Sejak pesanan Vietnam Coffee Drip dan 1 bungkus ground coffee ber-genre DFB  (Dinner Fiesta Blend) dari Sarang Kopi datang, saya jadi punya ritual khusus ketika minum kopi ketika sore atau malam hari. Saya sangat menikmati ritual mulai dari membuka bungkusan berisi bubuk kopi hingga meminum tetes terakhir kopi dari cangkir. Sepertinya, tak kan lengkap suatu hari dalam hidup saya tanpa meneguk seduhan kopi. Dari awalnya meminum kopi hanya untuk menghilangkan rasa kantuk, dan kini meminum kopi untuk sebuah kenikmatan. Banyak orang bilang, saya sudah kecanduan. Tapi bagi saya, kopi adalah sebuah selera hidup., meskipun saya tidak pernah menyertakan racun nikotin (red -merokok) ke dalam ritual minum kopi saya.

Vietnam Drip dan DFB

Vietnam Drip dan DFB

Continue reading


iTunes 8.2 available

Selain default Windows Media Player 11, saya juga meng-install iTunes untuk kebutuhan transfer file musik ke iPod dan juga untuk kebutuhan multimedia di laptop saya. Entah sejak kapan iTunes 8.2 sudah tersedia untuk diunduh. Saya baru sadar ketika malam ini iseng memainkan mp3 menggunakan iTunes di laptop. Ketika membuka aplikasi iTunes, langsung ada notifikasi untuk update ke versi 8.2. Langsung saja, saya pun melakukan update iTunes ke versi 8.2. Saat tulisan ini saya buat pun, proses update software masih berlangsung.

update iTunes

update iTunes

Bagi yang tertarik untuk mencoba iTunes 8.2 bisa langsung mengunduh di sini.


kembali menulis

Aaarrrrgghhh…. Entah kenapa, beberapa bulan belakangan ini saya merasa ‘malas’ untuk nulis lagi. Terakhir saya nulis di blog yaitu 5 Januari 2009, it’s almost five months ago.. Memang, sejak ‘racun’ fesbuk merajalela di dunia, merambah ke temen-temen kuliah lalu temen-temen kantor, saat itu pula saya merasakan gairah menulis mulai menurun drastis. Padahal koneksi internet sudah lancar jaya baik di rumah maupun di kantor. Ide-ide tulisan juga banyak yang ingin disampaikan, tapi selalu mentok atau lebih tepatnya tergoda hal lain ketika konek internet.

Tapi, mulai saat ini saya pengin menulis lagi….seperti dulu…

Semoga bisa… 


liburan panjang dan wisata kuliner

Salah satu hal yang membuat saya senang bukan kepayang ketika pulang kampung ke Solo adalah makanannya. Bahkan diet ketat selama 1 bulan pun bisa gagal total oleh wisata kuliner di Solo selama 6 hari. Selain dengan harga yang relatif murah, masakan yang ada pun lebih banyak macamnya. Dan percayalah, 6 hari saja tidak akan cukup untuk memuaskan dahaga akan masakan rumah (red -Solo).

Saat liburan kemarin yang hanya 6 hari, itupun masih dipotong dengan acara ke berbagai kondangan, saya menyempatkan diri untuk menyicipi kembali pusaka warisan nusantara dalam bentuk masakan yang top markotop bin enak tenan.

  • Warung Sate – Gule – Tongseng ‘Mbok Galak’
    Warung ‘Mbok Galak’ menyediakan segala masakan yang berkomposisikan daging kambing. Jadi bagi anda yang mempunyai kolestrol yang sudah tinggi sebaiknya jangan mencoba, atau dada akan mengumandangkan genderang perang sepulang dari sana. Tapi bagi anda yang tidak punya pantangan dengan daging kambing, warung ini WAJIB untuk dicoba karna rasanya yang tak ada tandingannya di belahan bumi manapun. Saya sendiri paling suka tongseng-nya. Ramuan rempah dan bumbu yang pas membuat rasanya begitu sedap bahkan hingga tetes kuah yang terakhir. Daging kambing muda yang dimasak bersama bumbu dengan komposisi yang tepat menggunakan kompor yang berbahan bakar arang menjadikan dagingnya masak lebih merata dan bumbu dapat meresap ke dalam daging dengan sempurna. Proses memasaknya pun dapat anda saksikan sendiri tepat di pintu masuk warung.
    Warung yang terletak di Jl Mangunsarkoro No.122 Sumber ini memang sudah melegenda. Hingga konon, katanya keluarga mantan Presiden Soeharto ketika berada di Solo selalu memesan sate kambing ke warung ini. Bagi anda yang kebingungan mencari alamat warung ini, tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang sopir becak atau pak polisi, niscaya anda tidak akan tersesat.
    Selain tongseng, sate kambingnya pun sangat enak. Empuk dan tidak bau ‘prengus’. Untuk masalah harga, sangatlah sebanding dengan sensasi kelezatan yang didapat setelah pulang dari sana. Saat itu, saya berdua dengan teman memesan seporsi tongseng dan 10 tusuk sate kambing beserta minumnya tidak sampai menghabiskan 50 ribu rupiah. Murah bukan?

    warung mbok galak

    warung mbok galak

    Continue reading


liburan panjang dan road show undangan nikah

Liburan yang cukup lama di akhir taun 2008 kemarin memang penuh dengan agenda dan kejutan. Dari hasil atur-atur jadwal kerja di kantor dan cuti, alhamdulillah bisa dapat total 8 hari libur dari tanggal 23 – 30 Desember 2008. Dan agenda pun sebenernya sudah disusun dari sebulan sebelumnya yang melibatkan perjalanan tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung, dan Solo.

Salah satu acara liburan kemaren adalah roadshow menghadiri undangan pernikahan sahabat tentunya. Sepertinya saat liburan panjang seperti kemaren memang banyak dimanfaatkan bagi sebagian orang untuk melangsungkan pernikahannya.

Perjalanan pertama dimulai dari kota Bandung pada 23 Desember 2008. Pada hari tersebut salah seorang temen sekelas pada waktu kuliah, Ade Hendraputra mempersuting seorang gadis Sunda sebagai pendamping hidupnya. Saya sudah berjanji untuk datang, karna sebulan sebelumnya pun saya sudah dihubungi oleh Ade yang saat itu masih di Vietnam untuk jadi tukang jepret dan saya menyanggupinya. Partner saya saat itu adalah Didin yang juga menjadi tandem saya di pernikahan Ihsan dulu. Karna bukan pertama kali kita kerja bareng, akhirnya jadi lebih enak buat ngatur posisi agar saling melengkapi. :)

Pernikahannya sendiri diadakan dalam adat Sunda, yang diawali dengan proses serah terima dari pihak keluarga pengantin pria kepada pihak keluarga pengantin wanita. Prosesi berikutnya adalah acara akad nikah yang diselenggarakan di masjid terdekat. Suasana pagi itu memang begitu syahdu. Ketika prosesi “Saya nikahkan….” dan “Saya terima nikahnya…” dilaksanakan, saat itu pula air hujan yang penuh dengan barokah tumpah dari langit. Semoga menjadi barokah tersendiri bagi pengantin dan yang datang ke acara tersebut. Setelah prosesi akad nikah selesai, resmilah mereka menjadi sepasang suami-istri dan telah lulus dari Universitas Bujang Indonesia. Kemudian pengantin diarak menuju pelaminan, yang disana telah menunggu prosesi sungkeman kepada kedua orang tua yang dilanjutkan dengan sebuah prosesi yang dinamakan “Saweran”. Prosesi Saweran sendiri bisa dibilang cukup “rusuh” karna melibatkan pengantin, keluarga, dan juga para tamu undangan. Pada prosesi-prosesi tersebut banyak moment yang bisa diabadikan dan tidak monoton seperti foto-foto di pelaminan. Sehingga foto-foto yang dihasilkan pun lebih ekspresif dan unik.

Selepas prosesi Saweran tersebut, saya mengundurkan diri dari profesi juru jepret dan berganti sebagai tamu undangan, agar lebih bebas dalam menikmati hidangan yang disediakan. :D

Continue reading


pesta blogger 2008, i’m coming!!!

Hari ini, Sabtu 22 November 2008, sehari menjelang umur saya yang ke 24  bertempat  di Gedung BPPT 2 Jalan MH Thamrin Jakarta akan digelar Pesta Blogger 2008 yang merupakan event terbesar komunitas blogger Indonesia. 1000 kursi yang telah disediakan untuk reservasi online sudah terisi penuh. Untuk mengeceknya bisa langsung klik di sini. Dan nama saya pun ada di sana. Pada hari-H pun masih akan disediakan 100 ticket box bagi mereka yang belum sempat mendaftar secara online.

pb2008

pb2008

Semoga banyak hal yang bisa saya dapatkan hari ini mulai dari nambah teman, nambah pengalaman, dan juga ajang silaturahim dan bisa jadi juga ajang reunian. See you there!!!

*Siapin kamera
*Siapin duit
*Siapin kertas ama ballpoint

Dan sekarang saatnya untuk merebahkan badan untuk sesaat, masih ada 7 jam sebelum acara dimulai. Semoga ga datang terlambat. (dance) ***jadi kebawa emoticon plurk


capturing the wedding

Beberapa pekan yang lalu, Ihsan Aphadani seorang sahabat seperjuangan di kampus dulu meminta bantuan untuk jadi tukang foto di pernikahannya. Tanpa berpikir panjang pun saya lantas mengiyakan permintaannya, sekalian nambah pengalaman dalam bidang wedding photography. Toh hanya sekedar bantuin fotografer aslinya, itu yang ada di pikiran saya.

Akhirnya saya pun menyiapkan 450D di dry box beserta lensa 50mm f/1.4, tripod dan juga lensa 28-135mm pinjeman dari senior lengkap dengan flash eksternal-nya. Selain itu saya pun mengajak serta si kadal a.k.a Didin yang lagi kesepian dan hampir kehilangan jati diri di Jakarta untuk ikut serta nyobain jadi wedding photograper. Alhamdulillah, Didin pun bersedia ikut serta pada hari-H.

Pagi itu, 9 November 2008, udara di masjid kompleks PUSPITEK Serpong cukup sejuk dengan diselimuti sedikit mendung di langit biru. Ketika kami sampai di sana, undangan pun sudah terlihat memenuhi ruangan di dalam masjid. Namun akhirnya ada satu hal yang membuat kami kaget, yaitu ketika kami tahu kalau acara tersebut ga ada “pro wedding photograper”-nya alias tukang foto-nya juga cuma saya dan Didin*doh…parah!!*. Bahkan, acara yang semula saya pikir hanya akad nikah saja, ternyata juga terdapat pelaminannya juga*gubrak….apa kata dunia???*

Dengan kemampuan yang masih cupu banget dalam hal wedding photography dan modal nekad, kami berdua menjelma menjadi “wedding photograper” yang [sok] pengalaman tapi aslinya masih ecek-ecek. Hanya berbekal sedikit pengetahuan yang ada dan modal jepret sebanyak-banyaknya supaya lebih banyak pilihan, hari itu kami berdua jadi sosok yang sibuk dan paling laper karna paling akhir sesi makannya. :D

Mulai dari kedatangan mempelai pria, prosesi akad nikah, sungkeman, hingga di pelaminan yang berhiaskan suasana tangis haru dan juga kebahagiaan tak luput dari jepretan kami. Didin pun terlihat beberapa kali bengong karna keinginan yang sama tapi belum terealisasikan.

pasang cincin

pasang cincin

foto bareng pengantin

foto bareng pengantin

Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.