capturing the wedding

Beberapa pekan yang lalu, Ihsan Aphadani seorang sahabat seperjuangan di kampus dulu meminta bantuan untuk jadi tukang foto di pernikahannya. Tanpa berpikir panjang pun saya lantas mengiyakan permintaannya, sekalian nambah pengalaman dalam bidang wedding photography. Toh hanya sekedar bantuin fotografer aslinya, itu yang ada di pikiran saya.

Akhirnya saya pun menyiapkan 450D di dry box beserta lensa 50mm f/1.4, tripod dan juga lensa 28-135mm pinjeman dari senior lengkap dengan flash eksternal-nya. Selain itu saya pun mengajak serta si kadal a.k.a Didin yang lagi kesepian dan hampir kehilangan jati diri di Jakarta untuk ikut serta nyobain jadi wedding photograper. Alhamdulillah, Didin pun bersedia ikut serta pada hari-H.

Pagi itu, 9 November 2008, udara di masjid kompleks PUSPITEK Serpong cukup sejuk dengan diselimuti sedikit mendung di langit biru. Ketika kami sampai di sana, undangan pun sudah terlihat memenuhi ruangan di dalam masjid. Namun akhirnya ada satu hal yang membuat kami kaget, yaitu ketika kami tahu kalau acara tersebut ga ada “pro wedding photograper”-nya alias tukang foto-nya juga cuma saya dan Didin*doh…parah!!*. Bahkan, acara yang semula saya pikir hanya akad nikah saja, ternyata juga terdapat pelaminannya juga*gubrak….apa kata dunia???*

Dengan kemampuan yang masih cupu banget dalam hal wedding photography dan modal nekad, kami berdua menjelma menjadi “wedding photograper” yang [sok] pengalaman tapi aslinya masih ecek-ecek. Hanya berbekal sedikit pengetahuan yang ada dan modal jepret sebanyak-banyaknya supaya lebih banyak pilihan, hari itu kami berdua jadi sosok yang sibuk dan paling laper karna paling akhir sesi makannya.😀

Mulai dari kedatangan mempelai pria, prosesi akad nikah, sungkeman, hingga di pelaminan yang berhiaskan suasana tangis haru dan juga kebahagiaan tak luput dari jepretan kami. Didin pun terlihat beberapa kali bengong karna keinginan yang sama tapi belum terealisasikan.

pasang cincin
pasang cincin
foto bareng pengantin
foto bareng pengantin

Ba’da sholat dhuhur kami pun ‘menculik’ pengantin untuk foto-foto Pasca Wedding, karna kebetulan di samping masjid ada danau yang sangat menggoda iman untuk dilewatkan begitu saja tanpa ada jepretan di sana. Meski pada awalnya pengantin sempet mati gaya dan terkesan agak malu-malu, namun berkat hasil bujuk rayu kami berdua sang pengantin pun akhirnya bisa juga bergaya romantis. Dan tukang foto pun hanya bisa *ngelus dada* menahan rasa iri yang tiba-tiba membuncah dalam dada, sambil terus berdoa semoga gilirannya pun segera tiba.😀

foto Pasca Wedding
foto Pasca Wedding

Banyak pelajaran yang saya dapatkan hari itu especially wedding photography selain tentunya tentang pelajaran tentang pernikahan itu sendiri. Yang berkaitan dengan dunia fotografi antara lain :

  • Sebelum menjalankan tugas, hendaknya tahu posisi kita sebagai apa. Apakah sebagai fotografer utama ataukah hanya backup saja
  • Usahakan mencari partner yang bisa saling melengkapi seperti saya dan Didin kemaren😀
  • Kuasai dulu seluk beluk ‘medan perang’ sebelum masuk ke ‘pertempuran’ yang sebenarnya. Kemaren itu kami hanya sempat mempelajari medan perang selama kurang dari 15 menit.
  • Bawalah ‘perlengkapan perang’ yang sesuai sehingga bisa mendapatkan hasil seperti yang diinginkan termasuk cadangan baterei dan segala macem lensanya
  • Koordinasikan dengan pihak keluarga tentang segala hal yang berkaitan dengan urutan acara dan sebagainya yang kita terlibat di dalamnya
  • Ehmm…banyak jepret aja, karna akan semakin banyak pilihan di akhir

Sedangkan yang berhubungan dengan pernikahan itu sendiri….ehm, mending disimpan aja deh. Ntar daripada banyak komentar yang bilang, “Konkrit….konkrit g0En”. *piss*


10 thoughts on “capturing the wedding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s