nonton ayat-ayat cinta

tiket ayat-ayat cinta

Setelah gagal nonton di Bandung seminggu yang lalu, akhirnya malem Rabu kemaren saya berhasil nonton juga ini film di 21 Blok-M Plaza. Dan ternyata memang masyarakat begitu antusias akan film ayat-ayat cinta ini. Terbukti, dari beberapa jam tayang yang ada hampir semuanya penuh, dan saya pun hanya mendapatkan tiket nonton jam 20.15 dari yang saya rencanakan nonton jam 19.15. Jarang-jarang ada film Indonesia yang bisa sefantastis ini.

Untuk komentar-komentarnya bisa dibaca di sini saja.

Kalau saya sendiri??

Cukup mengambil hal-hal yang baik yang ada di film tersebut, dan dijadikan pelajaran agar diri ini senantiasa berusaha untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Kalaupun masih banyak yang kurang, itulah kondisi realita yang tidak bisa seideal dengan novelnya. Memang biasanya menjadi sebuah permasalahan besar ketika sebuah novel diejawantahkan dalam sebuah film layar lebar. Akan banyak benturan-benturan yang terjadi apalagi jika novel tersebut merupakan novel best seller.

Suatu hal yang mustahil jika sang sutradara dapat memuaskan keinginan dan ekspektasi dari semua pembaca sebuah novel yang sudah terlanjur menjadi best seller tersebut.

Dan saya sendiri pun tidak terbiasa menilai sesuatu dari hasil akhirnya saja. Kalaupun ternyata film Ayat-ayat Cinta masih ada yang tidak sesuai dengan novelnya, bukan berarti sang sutradara GAGAL membuat filmnya.

Kalau menyimak perjalanan pembuatan film ayat-ayat cinta di sini, sana, situ, dan sono cukup membuat saya belajar banyak tentang banyak hal dalam kehidupan ini. Sebuah perjuangan untuk mewujudkan sebuah cita-cita yang bisa jadi kebanyakan orang sudah meremehkannya. Dan sebuah pelajaran untuk tidak mudah menyerah dalam menggapai sebuah cita meski banyak cobaan dan rintangan yang menghadang.

Sebelum menonton di bioskop, saya termasuk orang yang sudah khatam membaca novelnya dan juga kisah-kisah di balik pembuatan film ayat-ayat cinta. Alhamdulillah, saya pun menikmati filmnya dan bisa mengambil banyak pelajaran dan hikmah darinya. Saya pun tidak kecewa sama seperti ketika dulu menonton “Get Married” dan “Otomatis Romantis”.

Lha trus itu koq di gambar tiketnya ada dua ?? Iya…memang, waktu itu saya ga nonton sendiri.

Lha trus bareng siapa ??


8 thoughts on “nonton ayat-ayat cinta

  1. @Bas
    kalo saya mah, menikmati isi novelnya juga menikmati film-nya. kayaknya kurang pas, kalo hanya membandingkan dari hasil akhir saja. toh keduanya, baik film dan novelnya, pasti melewati serangkaian proses perjuangan yang berat hingga jadi sebuah produk yang bagus.

    masih sering donlot lagu-lagu lama ga??

  2. Salam alaik..
    review yang baik.. tiada adaptasi dari novel yang akan menghasilkan filem yang betul-betul mengikut jalan cerita novel.. Novelnya phenomenal tetapi message yang disampaikan dalam filem juga phenomenal.. Jika ditonton dengan teliti InsyaAllah akan bertemu byk message yang berguna, yang boleh dijadikan contoh agar kita dapat merubah diri menjadi lebih baik.. Wallahualam..=)

  3. hayah..inti dari blog ini bukan ttg pelm itu..
    tapi intinya ada di akhir tulisannya..

    kok bisa ada 2??karena dia nontonnya ama sang bendahara..hehehe…piss ahh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s