argo lawu, 28 desember

tiket_argolawuTiket Argo Lawu keberangkatan 28 Desember 2007 sudah ada di tangan. Tinggal menunggu hitungan hari yang tidak lama, saya akan pulang untuk menuntaskan rasa rindu yang ada.

Setelah Idul Fitri dan Idul Adha taun ini, kantor memaksa saya untuk tetap tinggal dan berdiam diri di Jakarta, akhirnya pada pergantian taun ini saya bisa pulang kampung. Akan ada sekitar 8-10 jam perjalanan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Balapan, dilanjutkan 20 menit perjalanan ke perempatan Gemolong, ditambah 5 menit menuju rumah tercinta. Sudah ga sabar menanti perjumpaan dengan Bunda, Ayah, dan Adek tercinta, serta semua keluarga. Udah kangen banget pokoknya!!

Selain itu saya juga ada rencana gathering bareng bolo kurowo sarap™ (Lutfi, Mas’ud, Adi, Ade) sambil nongkrong di angkringan melewatkan malam di kota Solo. Saya selalu rindu suasana seperti itu, suatu hal yang saya dapatkan di kota Jakarta. Oleh karenanya, tiap kali saya pulang ke Solo***eh…Gemolong ding, saya tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menikmati keromantisan suasana malam di angkringan.

Lalu tiba-tiba dalam otak saya terjadi pertengkaran antara Malaikat Baik (MB) dan Setan Jahat (SJ),

MB : g0En, jadi kan sowan ke ibunda-“nya” ?? mumpung pulang ke Solo lho.
SJ : ngapain ke sono ? cari gara-gara aja. kayak kamu bakal diterima dengan baik aja.

Sampai pada tahap ini, saya masih punya peluang yang sama antara sependapat dengan MB dan juga setuju dengan SJ. Tapi ternyata dialog mereka pun terus berlanjut,

MB : udah, ga usah didengerin si Setan. ga ada salahnya menjalin tali silaturahim dengan ibunda-“nya”. toh bukannya itu keinginanmu dari dulu. yakinlah g0En, kalo niatnya baik, insya Allah bakal dikasih kemudahan. percaya deh!!
SJ : itu kan cuma omongan si Malekat aja, biar kamu ga punya malu. udah lah, ga usah terlalu berharap banyak deh, ga usah terlalu Ge-eR. kamu tuh ga pantes bermimpi setinggi itu.

MB : g0En, dulu katamu manusia itu wajib punya mimpi, karna ia akan membawamu bisa mengarungi laut terdalam, bahkan gunung tertinggi untuk mencapai semua mimpi itu. Ndak ada salahnya berusaha, siapa tahu yang sekarang ini rejekimu. daripada nanti menyesal seumur hidup lho.
SJ : g0En..gini deh…

Sebelum si Setan Jahat ngomong lagi, buru-buru saya sudah menyuruhnya diam. Saya sudah bilang kalo saya sudah ga percaya lagi ama si Setan Jahat. Dan yang pasti si Malaikat Baik bersorak kegirangan karna saya berhasil menghalau hasutan Setan Jahat untuk mengurungkan berbuat kebaikan.

Tinggal menunggu waktu yang hanya dua hari lagi. Semoga keinginan untuk dekat dengan ibunda-“nya” bisa terpenuhi akhir taun ini, dan semoga ‘dia’ juga mengijinkan untukku melangkah setapak lebih jauh lagi. Aku pulang!!! Aku datang!!!

 

..:: Jakarta, ba’da dhuhur ::..


One thought on “argo lawu, 28 desember

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s