coffee morning

Tidak seperti istilah ‘coffee morning’ yang biasa ada dalam acara-acara dengar pendapat ato diskusi, saya mengartikan sendiri istilah tersebut. Ketika di kampus dulu, acara ‘coffee morning’ yang diadakan pihak rektorat pasti rame, karna dalam acara tersebut tersedia sarapan gratis yang cukup diminati oleh kalangan mahasiswa***termasuk saya pada saat itu, kalo bisa gratis ngapain bayar. Bahkan suatu ketika dalam acara ‘coffee morning’ malahan ga ada kopi, yang ada cuma bubur ayam dan segelas aqua. Aneh…

Berhubung saya ini adalah pecinta dan penikmat kopi a.k.a coffeeholic a.k.a coffee-freak, maka istilah ‘coffee morning’ saya plesetkan menjadi kebiasaan ngopi -minum kopi- di pagi hari. Ada beberapa indikasi yang menjadikan saya coffeholic. Selain lebih memilih minum kopi daripada harus sarapan, saya minum kopi bukan untuk mengusir rasa kantuk, tapi untuk sebuah kepuasan dan kenikmatan pribadi.

Dulu ketika masih jadi mahasiswa, saya lebih senang meracik sendiri kopi yang akan saya minum. Bukan hal yang mudah ketika harus memadukan kopi, gula, creamer ato susu menjadi secangkir kopi yang muantafff. Ada yang kurang takarannya sedikit saja, pasti rasanya sudah laen. Untuk itu dibutuhkan perasaan dan insting yang tajam agar bisa menyajikan secangkir kopi yang nikmat. Dan kepuasan yang didapat pun akan sebanding dengan tingkat kesulitan dalam membuatnya***halah.

Sejak kepindahan saya ke Jakarta, membuat saya jarang mempunyai kesempatan untuk menikmati kebiasaan meracik kopi dan beralih ke kopi sachet. Selain lebih praktis, ga mungkin juga bagi saya kalo harus membawa kotak kopi, gula, dan creamer ke kantor. Meskipun pada akhirnya saya harus menerima kepuasan yang berbeda sebagai konsekuensi logisnya.

Sebulan ini saya lagi freak ama torabika mocca meskipun saya lebih suka ‘starbuck coffee’***ya jelas lah..ga sebanding dari sisi harga juga. Jika anda membongkar tas saya, pasti akan menemukan minimal 2 bungkus torabika mocca sebagai pendamping hardisk eksternal, hape, PDA, handfree, dan Qur’an yang menjadi perlengkapan wajib kalo berangkat ke kantor.

Saat saya menulis ini pun, saya sedang menghabiskan cangkir kedua lovely torabika moka. Hahahaha…

2 cups coffee everyday makes me fresh!!!

 

.:: Jakarta, menjelang pulang kantor ::..

 


3 thoughts on “coffee morning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s