Bandung, antara cinta dan persahabatan (3-end)

Hari III, Selasa 6 November 2007

Sama seperti hari sebelumnya, hari itu pun saya baru bisa bangun jam 9 pagi***Bandung, sampe saat ini masih menjadi tempat ternyaman untuk tidur. Sehabis melaksanakan rutinitas pagi paket komplit, saya pergi ke kampus, karna siangnya ada janji dengan satu orang junior dan dua orang super duper junior. Rencananya saya akan membayar hutang saya untuk nraktir mereka.

Di hari ketiga-pun, masih saja hujan menyelimuti kota Bandung. Tapi ternyata, hal itu tidaklah menyurutkan langkah ketiga orang adik-adik saya untuk jalan-jalan dan makan-makan. Rencana semula akan ke Ciwalk, harus berubah  ke Ayam Goreng Suharti yang ada di deket jalan Burangrang. Hari itu pun menjadi makan siang yang cukup indah buat saya. Dengan campuran ayam goreng, kangkung, gudeg, dan sambel yang muanntappp, santap siangpun menjadi mak nyussss***Pak Bondan style.

Setelah acara ‘perampokan’ saya oleh tiga orang junior tadi, saya pun mampir dulu ke Palasari. Hasrat saya untuk membeli buku sudah tidak tertahankan lagi, meski saat itu hujan ga mau berhenti mengiringi perjalanan saya.

Sesampainya di toko buku Palasari, saya langsung menuju toko buku langganan saya, yaitu Bandung Book Center. Dalam tempo kurang dari setengah jam, saya sudah mendapatkan empat buku yang pada tahap selanjutnya akan menguras isi dari dompet saya. Keempat buku itu adalah :

laskar pelangiLaskar Pelangi karangan Andrea Hirata. Buku ini menceritakan kisah 10 orang anak kecil di Pulau Belitong dalam semangatnya untuk meraih segala cita-cita meskipun dalam keadaan yang terbatas. Nanti akan saya buat sendiri review dari buku ini di postingan yang laen. Karna sampe saat ini pun saya masih dalam tahap menyelesaikan buku ini.

Dua buku lainnya adalah lanjutan dari Laskar Pelangi***kata pelangi adalah kata yang bermakna dalam bagi saya pribadi, yaitu Sang Pemimpi, dan Edensor.

sang pemimpi  edensor

Buku yang terakhir yang saya beli adalah salah satu buku karangan Dr. Abdullah Azzam. Saya agak lupa judulnya dalam bahasa indonesia, tapi kalo judul aslinya adalah “Ayaturrahman fie Jihadil Afghan”. Buku yang sangat menarik juga dibaca ketika indeks keimanan dalam diri mulai turun.

Akhirnya, liburan tiga hari di Bandung berakhir sudah. Sore harinya saya harus kembali ke Jakarta untuk kembali berkumpul dengan segudang aktivitas yang menunggu kesungguhan hati dan raga untuk dijalankan.

End.


One thought on “Bandung, antara cinta dan persahabatan (3-end)

  1. As.wr.wb.ane cari buku2 karangan abdullah azzam.,and kalo masih ada sohib2 yg simpan atw mau jual bundel tabloid an-naba’ ane mau tuh….di tg ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s