doa seorang pengantin

Nih artikel dapet dari postingan temen di sebuah milis. Mungkin bagi sebagian orang artikel ini biasa aja, tapi bagi saya ini adalah gambaran sebuah doa yang tulus yang terucap dari mulut seseorang dan sebuah usaha yang gigih untuk menjaga kesuciannya hingga datang waktu itu tiba (red –pernikahan). Subhanallah….Allah memberikan permasalahan yang begitu kompleks dalam kehidupan manusia, yaitu dengan diberikannya hawa nafsu. Akan tetapi Allah juga memberikan solusi yang begitu indah dari persoalan tersebut yaitu pernikahan. Harapannya semoga ini dapat bermanfaat, dan masing-masing dari diri kita dapat menjaga kesucian hati dan kelurusan niat hingga saatnya Allah mempertemukan kita dengan pendamping hidup kita masing-masing. Amien…

=============================

Doa Seorang Calon Pengantin

Kalaulah ada kisah di zaman dahulu bahwa ada satuorang di antara tiga orang yang bisa bertawasul dengan amalannya untuk bisa membuka batu yang menghimpit pintu gua, maka aku tertarik dengan tawasulnya. Demi untuk menghindari zina dengan perempuan yang diberinya uang dengan tebusan tubuhnya walaupun ia mudah melakukannya. Kalaulah ada kisah tentang pernikahan dan syarat maharnya, maka kisah Ummu Sulaim yang merelakan keIslaman Abu Tholhah adalah sungguh mengharukan. Dan juga kesederhanaan Ali ra menikahi Fathimah dengan baju besinya. Saksikanlah ya Robbi, aku pun ingin menjadi Ummu Sulim dan Fathimah. Keduanya tidak mensyaratkan emas dan berlian sebagai penebusan kehalalan calon suami menyentuh tubuhnya. Cukup dengan hafalan surat Ar-Rahman dan tafsir Ibnu kastir. Itupun masih dengan keringanan, tafsirnya boleh dicicil setelah kami menikah nanti.

Saksikanlah ya Robbi..aku pun ingin mencontoh sang lelaki yang terjebak di gua tadi. Aku pun ingin bertawasul dengan upayaku untuk menghindari zina. Walaupun peluang ke sana sangat mungkin.

Banyak lelaki yang mengincarku sejak wajahku memancarkan pesonanya di bangku SMA. Tapi aku takut untuk pacaran. Aku bertekad bahwa cinta yang satu itu hanya kuberikan pada lelaki yang halal untuk memuaskan libidoku dan menjadi salah satu pembuka jalan menggapai surga-Mu. Maka saat kuputuskan setelah hari-hari berkonsultasi dalam sujud-sujud istikharah 3 bulan yang lalu untuk mengucapkan “ya”, aku berusaha untuk tidak mendapat murka-Mu, dengan berlama-lama dalam waktu atau menunda-nundanya, sehingga terjebak dalam rimba cinta tanpa status dan fitnah dunia. Pun kuberusaha menangkis serangan kata-kata romantisnya untuk ditunda hingga saat dia menucapkan “qobiltu nikahaha.” (kuterima nikahnya).

Maaf ya Allah, jika hari ini aku harus banjir air mata, saat aku baru bisa menjawab pertanyaan orangtuaku, “Kamu punya uang tho untuk menikah?”. “Ya insya Allah diusahakan dan mohon waktunya.”

Walaupun aku tahu sekarang hanya beberapa lembar puluhan ribu hasil sisa kas bon di tempat kerjaku yang kupersiapkan untuk bekal sisa bulan ini. “Pokoknya minimal 6-7 juta harus ada lho, ya”, begitu suara ibu di sebrang memberi batas minimal dana yang harus kusediakan.

Ya..Rozak aku yakin Engkau Maha kaya untuk tidak sampai membuatku merepotkan kedua orangtuaku, membebani saudara-saudaraku atau mengemis pada sesuatu selain-Mu. Aku masih percaya ya Allah.kalau pernikahan ini juga sebagai upaya menolong agama-Mu, maka hamba yakin engkau mau menolongku. Hamba masih yakin dengan hadist Qudsi yang berbunyi “Bahwa Allah malu jika tidak mengabulkan permintaan hamba-Nya yang menengadahkan tangan di sepertiga malam terakhir”. Aku tidak ingin berujung pada keputus-asaan.

Ya Rahman..ya Rahim. Jika memang pernikahan ini akan semakin membuat Engkau meridhaiku, maka mudahkan dan lancarkan. Dan satukanlah kami dan jalinan kasih yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Amien.


One thought on “doa seorang pengantin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s