ayah & bunda

Malam ini sudah terlalu larut, tapi mata belum ingin terpejam. Selain badan juga belum terlalu capek, di sini masih ada beberapa kerjaan yang mengharuskan aku untuk melanjutkan aktivitas untuk mengarungi malam ini. Sepi banget. Semua temen-temen di lab udah terlelap dalam tidurnya. Tinggal aku sendiri ditemani komputer tersayangku dan segelas kopi hangat yang baru saja selesai aku seduh.
Dari windows media playerku perlahan terlantun lagu Bunda yang dibawain ama Naff. Liriknya kira-kira gini :

Naff – Bunda
tak pernah letih kau menuang kasih
tak pernah lelah kau menanam budi
menuntun setiap langkahku

tiada letih doamu mengalir
tetap memberi meski kau menangis
tuk jaga setiap khilafku

janganlah terhenti semua yang kau beri
tetaplah menjadi pelita hatiku
janganlah terhenti doamu mengalir
menaungi bijak langkah kakiku

Perlahan, pikiranku terbang melintasi sekian tempat dan menjelajahi ratusan kilometer menuju sebuah rumah di sebuah kota nun jauh di sana, di Gemolong. Terbayang seraut wajah dengan senyum manis dan wajah ayunya. Ya…..itulah bunda-ku. Entah kenapa tiba-tiba aku kangen beliau. Ingin sekali rasanya saat ini aku datang memeluknya, mencium pipi dan tangannya, dan berucap…..
“Aku Sayang Bunda!!!”

Berikutnya, terlintas wajah ayahku yang meski sudah hampir menginjak usia 48 tahun, namun masih senantiasa kulihat ketegaran, kekuatan, dan keikhlasan di wajahnya dalam menghadapi hidup. Bagaimana kabarmu pagi ini ayah??? Aku rindu… Aku kangen…. akan semua petuah bijakmu tentang hidup yang seringkali engkau berikan pada anakmu ini.

Wahai ayah dan bunda…
Seluruh perjuangan hidupmu adalah pelajaran berharga bagiku yang senantiasa ingin aku abadikan dalam bingkai tauladan dalam hatiku. Setiap tetes keringat, untaian doa, dan derai air mata itu takkan pernah lepas dari ingatanku.

Wahai ayah dan bunda….
Maafkan aku, jika selama ini belum bisa memberikan yang terbaik untuk engkau.
Maafkan aku, jika ucap dan tingkah lakuku terkadang menyakiti dan mengecewakanmu.
Maafkan aku, jika terkadang doa tak terlantun untukmu.

aku sayang, aku rindu kepada engkau wahai ayah dan bunda…..

Rabbighfirli wa liwalidaya warhamhuma kamaa rabbayani saghiraa..
Ya Allah, ampuni mereka dan jagalah meraka dari api neraka-MU.

amien.

———————————————–
Dayeuh Kolot, 8 November 2006, 02:12:31 WIB
–ketika sendiri hadir di tengah aktivitas malamku–


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s