UAS terakhir

Lega rasanya hari ini. Setelah sekian waktu terlalui sebagai seorang mahasiswa pembelajar yang tak pernah berhenti belajar, akhirnya tepat hari ini, Selasa 13 Juni 2006 adalah hari terakhir dan saat terakhirku mengalami UAS sebagai seorang mahasiswa (insya Allah…). Ujian AI alias Artificial Intelligence menjadi moment pamungkas sekaligus penutupnya.

Ternyata waktu begitu cepat, hingga 4 tahun yang sudah terlewati seakan-akan berlalu begitu cepat. Dan sesaat lagi (kalo Allah menakdirkan) aku akan memasuki kehidupan baru, kehidupan pasca mahasiswa. Perasaanku baru beberapa saat yang lalu ketika aku memasuki kehidupan sebagai seorang mahasiswa. Tapi ternyata tidak pada kenyataannya. Padahal masih terekam jelas ketika dulu ikutan jadi peserta PDKT ama MABIM. Padahal kenangan ketika menjadi panitia PDKT & LDKO pun masih belum terhapus. Tapi ????

Entah skenario apalagi yang akan Allah jalankan pada hambaNya yang satu ini. Satu hal yang pasti, saat ini aku hanya ingin bermuhasabah dan menimbang diri. Aku ingin mencoba memutar kembali pita-pita rekaman kehidupan 4 tahun ke belakang yang masih tersimpan rapi dalam memori otakku. Aku ingin mengenang kembali semuanya. Mengurai kembali satu persatu cerita, barangkali ada hikmah dan pelajaran yang masih tertinggal yang belum sempat aku petik.

Dan perlahan sepenggal demi sepenggal kisah mulai hadir lagi dalam ingatanku. Terlintas kembali kisah di saat Allah menguji keluargaku dengan musibah “itu”. Terlintas lagi kenangan saat Allah mengujiku dengan kehadiran “seseorang” yang sempat mewarnai hari-hariku (Ya Rabb..ampuni hamba jika cinta kepadaMu sempat tergadaikan dengan cinta kepadanya).
Yach…itulah kehidupan. Tawa… Tangis… Sedih… Bahagia… Senantiasa mewarnai setiap langkah kehidupanku dan kehidupan setiap manusia. Semua datang silih berganti seperti sebuah roda yang terkadang ada di atas dan terkadang ada di bawah.

Empat tahun yang telah terlalui, berarti empat tahun pula diriku semakin mendekat dengan kematian. Sudah siapkah aku ??? menyambut tamu agung yang akan memutuskan segalanya. Ya Allah, ya Rabb…diri ini terlalu banyak berbuat dosa. Pantaskah diri ini menjadi hambaMu???. Bagaimana mungkin aku siap, sementara masih banyak dosa & maksiat yang aku kerjakan. Sholat yang tidak tepat waktu, tilawah yang sering bolong, shodaqoh yang sering terlewat.. ampuni hamba Ya Allah!!!

Saat ini aku berharap sebuah kekuatan & hidayah dariNya. Yang dengan kekuatan & hidayah itu, aku berharap bisa berbuat lebih baik lagi. Aku berharap bisa lebih memberikan manfaat kepada orang lain lagi.

Beberapa bulan ke depan masih banyak agenda yang harus diselesaikan. Final Project & Amanah SC MABIM 2006. Aku berharap bisa menyelasaikan keduanya dengan hasil yang terbaik. Hari-hari ke depan mungkin menjadi hari-hari yang berat. Berpusing-pusing dengan TA yang sampai sekarang baru dapet sekitar 35 % doang. Berpusing-pusing dengan konsep & penjagaan alur MABIM 2006. Ahhh…entah apapun kepusingan masalah itu, toh aku tidak terlalu khawatir. Aku khan punya beking yang sangat kuat (iya khan Allah ???). Dengan kekuatanMu, aku yakin bisa menyelesaikan semua dengan baik.

–menjelang tengah malam seusai rakor MABIM–


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s