Category Archives: pulang kampung

liburan panjang dan wisata kuliner

Salah satu hal yang membuat saya senang bukan kepayang ketika pulang kampung ke Solo adalah makanannya. Bahkan diet ketat selama 1 bulan pun bisa gagal total oleh wisata kuliner di Solo selama 6 hari. Selain dengan harga yang relatif murah, masakan yang ada pun lebih banyak macamnya. Dan percayalah, 6 hari saja tidak akan cukup untuk memuaskan dahaga akan masakan rumah (red -Solo).

Saat liburan kemarin yang hanya 6 hari, itupun masih dipotong dengan acara ke berbagai kondangan, saya menyempatkan diri untuk menyicipi kembali pusaka warisan nusantara dalam bentuk masakan yang top markotop bin enak tenan.

  • Warung Sate – Gule – Tongseng ‘Mbok Galak’
    Warung ‘Mbok Galak’ menyediakan segala masakan yang berkomposisikan daging kambing. Jadi bagi anda yang mempunyai kolestrol yang sudah tinggi sebaiknya jangan mencoba, atau dada akan mengumandangkan genderang perang sepulang dari sana. Tapi bagi anda yang tidak punya pantangan dengan daging kambing, warung ini WAJIB untuk dicoba karna rasanya yang tak ada tandingannya di belahan bumi manapun. Saya sendiri paling suka tongseng-nya. Ramuan rempah dan bumbu yang pas membuat rasanya begitu sedap bahkan hingga tetes kuah yang terakhir. Daging kambing muda yang dimasak bersama bumbu dengan komposisi yang tepat menggunakan kompor yang berbahan bakar arang menjadikan dagingnya masak lebih merata dan bumbu dapat meresap ke dalam daging dengan sempurna. Proses memasaknya pun dapat anda saksikan sendiri tepat di pintu masuk warung.
    Warung yang terletak di Jl Mangunsarkoro No.122 Sumber ini memang sudah melegenda. Hingga konon, katanya keluarga mantan Presiden Soeharto ketika berada di Solo selalu memesan sate kambing ke warung ini. Bagi anda yang kebingungan mencari alamat warung ini, tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang sopir becak atau pak polisi, niscaya anda tidak akan tersesat.
    Selain tongseng, sate kambingnya pun sangat enak. Empuk dan tidak bau ‘prengus’. Untuk masalah harga, sangatlah sebanding dengan sensasi kelezatan yang didapat setelah pulang dari sana. Saat itu, saya berdua dengan teman memesan seporsi tongseng dan 10 tusuk sate kambing beserta minumnya tidak sampai menghabiskan 50 ribu rupiah. Murah bukan?

    warung mbok galak

    warung mbok galak

    Continue reading


liburan panjang dan road show undangan nikah

Liburan yang cukup lama di akhir taun 2008 kemarin memang penuh dengan agenda dan kejutan. Dari hasil atur-atur jadwal kerja di kantor dan cuti, alhamdulillah bisa dapat total 8 hari libur dari tanggal 23 – 30 Desember 2008. Dan agenda pun sebenernya sudah disusun dari sebulan sebelumnya yang melibatkan perjalanan tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung, dan Solo.

Salah satu acara liburan kemaren adalah roadshow menghadiri undangan pernikahan sahabat tentunya. Sepertinya saat liburan panjang seperti kemaren memang banyak dimanfaatkan bagi sebagian orang untuk melangsungkan pernikahannya.

Perjalanan pertama dimulai dari kota Bandung pada 23 Desember 2008. Pada hari tersebut salah seorang temen sekelas pada waktu kuliah, Ade Hendraputra mempersuting seorang gadis Sunda sebagai pendamping hidupnya. Saya sudah berjanji untuk datang, karna sebulan sebelumnya pun saya sudah dihubungi oleh Ade yang saat itu masih di Vietnam untuk jadi tukang jepret dan saya menyanggupinya. Partner saya saat itu adalah Didin yang juga menjadi tandem saya di pernikahan Ihsan dulu. Karna bukan pertama kali kita kerja bareng, akhirnya jadi lebih enak buat ngatur posisi agar saling melengkapi. :)

Pernikahannya sendiri diadakan dalam adat Sunda, yang diawali dengan proses serah terima dari pihak keluarga pengantin pria kepada pihak keluarga pengantin wanita. Prosesi berikutnya adalah acara akad nikah yang diselenggarakan di masjid terdekat. Suasana pagi itu memang begitu syahdu. Ketika prosesi “Saya nikahkan….” dan “Saya terima nikahnya…” dilaksanakan, saat itu pula air hujan yang penuh dengan barokah tumpah dari langit. Semoga menjadi barokah tersendiri bagi pengantin dan yang datang ke acara tersebut. Setelah prosesi akad nikah selesai, resmilah mereka menjadi sepasang suami-istri dan telah lulus dari Universitas Bujang Indonesia. Kemudian pengantin diarak menuju pelaminan, yang disana telah menunggu prosesi sungkeman kepada kedua orang tua yang dilanjutkan dengan sebuah prosesi yang dinamakan “Saweran”. Prosesi Saweran sendiri bisa dibilang cukup “rusuh” karna melibatkan pengantin, keluarga, dan juga para tamu undangan. Pada prosesi-prosesi tersebut banyak moment yang bisa diabadikan dan tidak monoton seperti foto-foto di pelaminan. Sehingga foto-foto yang dihasilkan pun lebih ekspresif dan unik.

Selepas prosesi Saweran tersebut, saya mengundurkan diri dari profesi juru jepret dan berganti sebagai tamu undangan, agar lebih bebas dalam menikmati hidangan yang disediakan. :D

Continue reading


aurel si gadis kecil

aurel si gadis cilik

aurel si gadis kecil

Gadis kecil itu adalah keponakan saya, Aurel, yang berumur 4 tahun. Lucu dan gemesin sekaligus pinter gaya kalo di depan kamera


menunggu sang mentari berpulang (3)

Masih sekitar foto sunset saat pulang kampung, foto di bawah ini diambil saat berkunjung ke rumah samwan.

slamat tinggal mentari

slamat tinggal mentari

Sayang sedikit blur. Kebetulan saat itu sengaja diset ke manual fokus, tapi sayang fokusnya malah kurang pas.


menunggu sang mentari berpulang (2)

Masih dalam sesi berburu matahari yang hampir tenggelam.Kali ini mencoba membidik di langit sebelah timur.

melepas sang mentari

melepas sang mentari

Kebetulan di sebelah rumah masih terdapat tanah yang sangat lapang, dengan diselingi beberapa batang pohon. Sungguh indah sore itu


menunggu sang mentari berpulang (1)

Berhubung cerita selama mudik masih belum selesai ditulis, sementara posting ini dulu :

di balik awan

di balik awan

Foto diambil di belakang rumah, beberapa saat menjelang maghrib ketika sang mentari akan kembali ke peraduannya. Dengan sinarnya yang keemasan menerpa kumpulan awan yang mewarnai langit sore itu.


antri tiket lebaran

Hari minggu kemaren akhirnya bisa merasakan juga mengantri tiket mudik lebaran seperti yang biasa dilakukan si tukang calo tiket tiap hari. Pasalnya, si calo tiket yang harusnya bertugas mengantri tiket sedang berlibur ke Bandung untuk seorang cowok cewek pujaan hatinya. Jadilah saya terpaksa ngantri sendiri merasakan beratnya perjuangan seorang A-nu, dan membatalkan rencana tarawih pertama di Bandung.

Pagi-pagi sekali sehabis sholat shubuh, saya berangkat dari Cilandak Barat dengan menumpang Kopaja P 20 jurusan Lebak Bulus – Ps Senen. Beruntung sekali hari itu adalah hari minggu, sehingga perjalanan melewati kawasan Mampang yang terkenal macet pun bisa lancar jaya tak ada hambatan yang berarti. Sesampainya di stasiun Gambir ternyata sudah begitu banyak orang yang senasib dengan saya. Loket antrian tiket sudah penuh sesak dengan manusia, bahkan beberapa di antaranya ada yang sudah datang sejak jam 3 pagi. Kapan ya bisa dapat tiket tanpa harus terjadi antrian yang seperti itu ??

Begitu datang langsung dikasih selembar form pemesanan yang ternyata juga ada nomer urut antrian dan loketnya, meski sebenernya saya ga yakin bakal bisa berjalan tertib sesuai nomer urut.

form pesan tiket

form pesan tiket

Selain tidak adanya indikator nomer urut di depan loket, sepertinya sistem antrean ini belum tersosialisakan dan lebih terkesan dadakan. Alangkah lebih baik pula jika calon pembeli tiket disediakan tempat duduk khusus agar terkesan lebih rapi. Bukan suasana ngantre seperti ini :

sebelum loket buka

sebelum loket buka

Foto di atas adalah suasana sebelum loket dibuka jam 7 pagi. Dan berikut suasana setelah loket resmi dibuka meski sudah ada form antrean :

setelah loket buka

setelah loket buka

Akhirnya setelah beberapa saat menunggu dan bersabar, Alhamdulillah dapet juga satu tiket Argo Dwipangga jurusan Jakarta – Solo untuk keberangkatan tanggal 30 September 2008 jam 8 pagi seharga 400 ribu rupiah. Senang hati ini, akhirnya perjuangan mengantri tiket membuahkan hasil juga.

tiket kereta

tiket kereta

Nah, sekarang tinggal memastikan untuk tiket balik ke Jakarta tanggal 4 Oktober 2008. Untuk urusan ini saya sudah menyerahkan segala urusan antri-mengantri kepada junior saya yang kurus ituhâ„¢.

Adakah rekan blogger yang mempunyai tujuan dan kereta yang sama pula hari itu ?


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.