Category Archives: kuliner

ritual minum kopi

Sejak pesanan Vietnam Coffee Drip dan 1 bungkus ground coffee ber-genre DFB  (Dinner Fiesta Blend) dari Sarang Kopi datang, saya jadi punya ritual khusus ketika minum kopi ketika sore atau malam hari. Saya sangat menikmati ritual mulai dari membuka bungkusan berisi bubuk kopi hingga meminum tetes terakhir kopi dari cangkir. Sepertinya, tak kan lengkap suatu hari dalam hidup saya tanpa meneguk seduhan kopi. Dari awalnya meminum kopi hanya untuk menghilangkan rasa kantuk, dan kini meminum kopi untuk sebuah kenikmatan. Banyak orang bilang, saya sudah kecanduan. Tapi bagi saya, kopi adalah sebuah selera hidup., meskipun saya tidak pernah menyertakan racun nikotin (red -merokok) ke dalam ritual minum kopi saya.

Vietnam Drip dan DFB

Vietnam Drip dan DFB

Continue reading


liburan panjang dan wisata kuliner

Salah satu hal yang membuat saya senang bukan kepayang ketika pulang kampung ke Solo adalah makanannya. Bahkan diet ketat selama 1 bulan pun bisa gagal total oleh wisata kuliner di Solo selama 6 hari. Selain dengan harga yang relatif murah, masakan yang ada pun lebih banyak macamnya. Dan percayalah, 6 hari saja tidak akan cukup untuk memuaskan dahaga akan masakan rumah (red -Solo).

Saat liburan kemarin yang hanya 6 hari, itupun masih dipotong dengan acara ke berbagai kondangan, saya menyempatkan diri untuk menyicipi kembali pusaka warisan nusantara dalam bentuk masakan yang top markotop bin enak tenan.

  • Warung Sate – Gule – Tongseng ‘Mbok Galak’
    Warung ‘Mbok Galak’ menyediakan segala masakan yang berkomposisikan daging kambing. Jadi bagi anda yang mempunyai kolestrol yang sudah tinggi sebaiknya jangan mencoba, atau dada akan mengumandangkan genderang perang sepulang dari sana. Tapi bagi anda yang tidak punya pantangan dengan daging kambing, warung ini WAJIB untuk dicoba karna rasanya yang tak ada tandingannya di belahan bumi manapun. Saya sendiri paling suka tongseng-nya. Ramuan rempah dan bumbu yang pas membuat rasanya begitu sedap bahkan hingga tetes kuah yang terakhir. Daging kambing muda yang dimasak bersama bumbu dengan komposisi yang tepat menggunakan kompor yang berbahan bakar arang menjadikan dagingnya masak lebih merata dan bumbu dapat meresap ke dalam daging dengan sempurna. Proses memasaknya pun dapat anda saksikan sendiri tepat di pintu masuk warung.
    Warung yang terletak di Jl Mangunsarkoro No.122 Sumber ini memang sudah melegenda. Hingga konon, katanya keluarga mantan Presiden Soeharto ketika berada di Solo selalu memesan sate kambing ke warung ini. Bagi anda yang kebingungan mencari alamat warung ini, tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang sopir becak atau pak polisi, niscaya anda tidak akan tersesat.
    Selain tongseng, sate kambingnya pun sangat enak. Empuk dan tidak bau ‘prengus’. Untuk masalah harga, sangatlah sebanding dengan sensasi kelezatan yang didapat setelah pulang dari sana. Saat itu, saya berdua dengan teman memesan seporsi tongseng dan 10 tusuk sate kambing beserta minumnya tidak sampai menghabiskan 50 ribu rupiah. Murah bukan?

    warung mbok galak

    warung mbok galak

    Continue reading


bukber dan deklarasi Veteran HMIF

bukber-veteran HMIF

bukber-veteran HMIF

Sabtu kemaren, 20 September 2008 bertempat di Republik Kuliner Jalan Merdeka Bandung, berpuluh mahasiswa dan mantan mahasiswa yang tergabung dalam Veteran HMIF berkumpul untuk mengadakan buka bersama. Veteran HMIF sendiri adalah paguyuban yang didirikan untuk mewadahi siapa saja yang pernah menjabat dan mendapat amanah sebagai Pengurus HMIF (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) STT Telkom a.k.a IT Telkom dari kepengurusan tahun pertama hingga kepengurusan yang sedang berjalan sekarang. Saya sendiri pernah memegang amanah di HMIF pada masa kepengurusan tahun 2004-2005 dan 2005-2006.

Ide mengadakan buka bersama ini sebenernya bermula dari obrolan singkat di forum Veteran HMIF yang numpang di forum students. Bermula ketika dua orang duet kurus yang memancing adanya gathering untuk ajang pencarian jodoh buka bersama Veteran HMIF semua angkatan. Dalam waktu yang relatif singkat ajakan gathering tersebut mendapat sambutan yang cukup antusias dari rekan-rekan Veteran HMIF. Terbukti dari aksi saling balas membalas di forum. Bahkan rencana buka bersama yang semula direncanakan tanggal 13 September 2008 pun harus diubah ke tanggal 20 September 2008 karna saya ada banyak Veteran yang tidak bisa ikut jika dilaksanakan tanggal 13 September 2008. Dengan mempertimbangkan usulan dari berbagai pihak akhirnya buka bersama diundur seminggu dari jadwal semula, dengan konsekuensi acara harus dipersiapkan dengan lebih matang dan terorganisir. Dengan adanya tambahan tenggang waktu ini, akhirnya panitia bisa memanfaatkan untuk mencari donasi ke beberapa Veteran yang sudah mapan (kerja -red) agar pada hari H peserta buka bersama tidak dikenakan biaya.

Alhamdulillah, saya sebagai senior cukup memberikan komando kepada duet kurus™ untuk mempersiapkan segalanya, mulai dari tempat, acara, bahkan pencarian donasi. Sehari sebelum pelaksanaan terbentuklah panitia dadakan hasil penunjukan sepihak oleh Senior™ kepada Junior™ yang list selengkapnya bisa dilihat di sini pada saat conference di YM. Total donasi yang berhasil dikumpulkan sekitar 1,5 juta rupiah, yang jika dikalkulasi akan bisa membebaskan beberapa orang dari tagihan billing pada saat buka bersama.

Bahagia sekali rasanya, acara yang terbilang mendadak ini ternyata mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari rekan-rekan Veteran HMIF. Pada hari-H sekitar 80% dari yang sudah konfirm bisa datang ke acara buka bersama. Dan di sana pun berkumpul Veteran HMIF dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 1999 sampai angkatan 2007 yang sangat bermanfaat sekali untuk menjalin silaturahim demi kepentingan bersama.

Continue reading


hdl cilaki : seafood maknyusss

Tidak salah jika banyak orang menyebut Bandung sebagai surga makanan selain juga pusat fashion. Berbagai macam makanan tersedia dari yang ada di pinggir jalan sampe restoran mewah. Dari yang harganya ribuan hingga ratusan ribu, yang kesemuanya menawarkan keunikan sendiri untuk penikmat makanan seperti saya.

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama tim kuliner tiga orang sahabat (riyandi, broto, mae) merasakan kedahsyatan sea food HDL 293 Cilaki yang sudah terkenal di kota Bandung. Ide untuk makan sea food pun sebenernya mendadak banget, karna baru tercetus beberapa saat sebelum memutuskan untuk makan malam di luar. Tapi untuk urusan makanan sangat mudah menemui kekompakan, bahkan riyandi yang biasanya pelupa pun langsung nyambung ketika memutuskan tempat makan yang enak. Apalagi ketika itu, kondisi kami berempat memang sangat kelaparan.

Dengan berbekal 2 motor akhirnya kami meluncur ke TKP meski harus menembus dinginnya Bandung yang menusuk hingga tulang. Dan inilah wajah-wajah kelaparan ketika baru nyampe :

/me & broto

/me & broto

malix & mae

malix & mae

Setelah beberapa saat berunding dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada berhubung di list menu tidak dicantumkan harga, akhirnya kami berempat memesan menu sebagai berikut :

  1. seporsi kakap asam manis
  2. seporsi cumi lada hitam
  3. seporsi cah kangkung hot plate
  4. empat porsi nasi

Sambil menunggu pesanan datang, iseng saya mencoba memaksimalkan fitur kamera yang ada di SE K660i dengan jeprat-jepret kesana sini termasuk para koki di dapur yang kebetulan letaknya tidak jauh dari meja kami.

kesibukan dapur

kesibukan dapur

Setelah menunggu beberapa saat yang cukup lama, satu persatu pesanan kami datang juga. Kloter pertama adalah sebakul nasi yang hangat memanggil untuk segera disantap.

mae dan sebakul nasi

mae dan sebakul nasi

Tak lama kemudian datanglah seporsi kakap asam manis yang harum sekali tercium dan membuat cacing di perut semakin berteriak.

kakap asam manis

kakap asam manis

Continue reading


kuliner : es duren pak aip

Durian atau Duren yang dalam bahasa latin dikenal sebagai Durio zibethinus, bagi saya sebagai penikmatnya, selain rasanya yang unik juga bisa jadi senjata alternatif yang ampuh dalam keadaan kepepet. Duren dengan kulitnya yang bergerigi tajam dapat dijadikan pengganti batu untuk melempar maling yang lagi lari. Jika bisa kena kepala, efek kecil yang terjadi adalah gegar otak ringan dan efek yang paling parah adalah meninggal di tempati****halah, malah jadi mbahas maling dilempar duren. Meski bagi sebagian orang kurang suka bau durian, tapi hal tersebut tidak berlaku buat saya. Saya malah merasa baunya harum dan nikmat.

Beberapa minggu yang lalu, sewaktu jalan-jalan ke Bandung saya menemukan warung Es Durian yang maknyusss. Saat itu ketika jalan-jalan bersama seorang sahabat dan hampir memasuki sekitaran dago. Entah mengapa tiba-tiba ngidam pengin makan es duren, dan itu ternyata juga terjadi pada sahabat saya. Yang ada di pikiran saat itu pokoknya harus makan es duren bagaimanapun caranya. Karna bingung, saya nyoba nanya ke Gabrul yang katanya sudah hafal Bandung meski kenyataanya banyak sok taunya daripada kebenarannya***Piss ah!!.  Bukannya dapat jawaban yang memuaskan, malah saya harus menerima curhatan tentang kegundahannya memilih di antara dua cinta. Akhirnya setelah beberapa waktu mendengarkan curhatan selayaknya konsultan jodoh, pembicaraan dengan Gabrul pun ditutup tanpa ada sebuah jawaban yang jelas di mana letak warung es duren yang enak. Somprettt..

Akhirnya setelah bertanya kesana kemari, dapat petunjuk untuk menuju ke Es Durian Sakinah yang ada di Jalan Tubagus Ismail. Otak nge-hang lagi ketika diajak mengingat di mana jalan Tubagus Ismail, koq rasanya ga asing di telinga saya. Setelah dapat wangsit, akhirnya saya menuju ke TKP di Tubagus Ismail. Ternyata tempatnya gampang banget ditemui meskipun kemaren saya juga sempat tersesat juga. Kalau dari arah Dago, lurus terus sampai ketemu Simpang Dago. Dari perempatan Simpang Dago, lurus lagi yang ke arah Dago Pakar tapi ga nyampai ke Dago Pakar-nya. Putar arah di belokan pertama, sampai mengarah ke Dago lagi (balik arah). Sebelum nyampe di perempatan Simpang Dago, ada pertigaan ke arah kiri. Nah di situlah jalan Tubagus Ismail. Dari sana tinggal lurus dikit, kurang lebih 100 meter ada kompleks ruko di kiri jalan. Nah di salah satu ruko itulah warung Es Duren Pak Aip (Kantin Sakinah) berada.

Continue reading


nonton kungfu panda

Akhirnya keturutan juga nonton kungfu panda setelah rencana nonton di Bandung seminggu yang lalu gagal. Beberapa hari lalu bareng temen-temen SMA, saya nonton kungfu panda di Plaza Semanggi sekalian kumpul-kumpul. Setelah beberapa hari ngobrol di milis, akhirnya terkumpul 10 orang yang sepakat nonton bareng.

Habis maghrib saya pun berangkat dari kantor di sekitaran Fatmawati bareng Dodyk, padahal Ridho dah ngasih tau kalau film-nya bakal mulai jam 19.20. Bermodalkan motor rampasan dari temen sekantor, saya pun tancep gas menuju Plaza Semanggi berharap bisa sampai di sana sebelum jam 19.20. Alhamdulillah, berkat pengalaman menjadi pembalap amatiran sewaktu menjadi mahasiwa akhirnya saya bisa nyampe di sana jam 19.15.

Setelah parkir motor, kami langsung menuju lantai 5, dan ternyata di sana sudah menunggu Ridho, Nung, Shinta, Indie, dan Nina. Beberapa menit berikutnya datang Agsan, dan masih kurang satu lagi yaitu Nicin. Karna waktu juga sudah mepet, akhirnya saya coba nelpon Nicin. Dengan tanpa rasa bersalah, Nicin ngasih tau kalo dia masih di bawah. Akhirnya saya nyuruh temen-temen yang laen masuk duluan. Dasar si Nicin emang kutu kupret, gara-gara dia datang telat jadinya saya ketinggalan 15 menit pertama film-nya.

Meski ketinggalan 15 menit, untungnya saya masih mengikuti jalan ceritanya. Dan sungguh, ini film memang kocak banget. Dari awal sampe akhir isinya ketawa ngakak sampai perut kram. Film-nya sendiri mengisahkan tentang seekor Panda yang bernama Po yang sangat menyukai kungfu meskipun kurang berbakat untuk urusan bela diri. Namun semuanya berubah ketika Po mulai berlatih bersama Tigress, Monkey, Mantis (Belalang), Viper (Ular), dan Crane (Burung Bangau) yang berguru pada Master Shifu. Di sinilah cerita dimulai, dan pada akhirnya Po dihadapkan pada sebuah kenyataan yang mengharuskannya bertarung menghadapi Tai Lung yang bengis, pendendam, sekaligus berniat jahat.

Continue reading


kondangan jadi reunian

Seminggu yang lalu, tepatnya Jumat, 4 April 2008 saya berkesempatan untuk pulang ke Solo ***Gemolong lebih tepatnya karena kebetulan libur 3 hari. Ada berbagai macam janji dan acara yang mengharuskan saya 3 hari berada di kampung halaman. Salah satunya adalah menghadiri pernikahan sahabat saya semasa SMP dulu, Himawati Rahmasari. Sejak dua bulan lalu saya sudah diberi undangannya, dan Sari (red -panggilan Himawati) pun meminta saya untuk datang. Dan saya pun sudah mempersiapkan diri untuk datang ke pernikahannya, sekalian bisa reunian dengan sahabat-sahabat saya semasa di SMP N 4 Surakarta dulu. Kalau dihitung, hanya beberapa orang saja yang masih rutin berkomunikasi dan kebanyakan selepas lulus dari SMP dulu hampir tidak pernah bertemu lagi. Dan itu artinya sudah hampir 9 tahun saya tidak bertemu dengan mereka. What a long time…

Saya berangkat dari Jakarta jam 8 pagi dengan kereta Argo Dwipangga, dan hampir saja ketinggalan kerete karna terjebak kemacetan ganas di seputaran Mampang dan Kuningan. Alhamdulillah, kereta sampai di Stasiun Balapan tepat waktu, jadi saya masih sempat pulang ke rumah untuk mandi dan ganti baju.

Setelah maghrib saya baru berangkat ke tempat walimahan yang diadakan di Gedung Sriwajaya sebelah barat Monumen Pers. Ketika sampai di lokasi, ternyata tamu undangan sudah banyak yang datang dan tempat yang mulai penuh. “Duh, sempet ketemuan ama temen-temen ga ya?”, pikir saya.

Setelah mengisi buku tamu dan mengambil souvenir, saya berjalan bagai orang yang kehilangan arah tujuan. Namun baru beberapa langkah berjalan, terdengar panggilan dari segerombol manusia. Dan setelah saya amati, ternyata saya melihat wajah-wajah yang begitu familiar dalam kehidupan saya. Yupppppeee, saya gembira ternyata menemukan sekelompok sahabat-sahabat saya yang duduk bergerombol. Untungnya di dekat mereka masih ada tempat duduk yang kosong, jadi saya langsung bisa bergabung dengan mereka.

Continue reading


menu siang ini

nasi goreng enakIni dia menu makan siang favorit saya selama beberapa hari belakangan. Sebenernya cuma nasi goreng yang ditambah bakso ama sosis, akan tetapi ramuan bumbunya cukup unik dan ueenak. Apalagi jika ditemani secangkir kopi atau sebotol frestea. Kebetulan siang ini, saya memilih frestea untuk mendampingi nasi goreng yang lezat tersebut. Nah, yang asbak itu punya warung***bukan punya saya, dan kebetulan aja ada di meja yang saya tempati.

Salah satu yang bikin beda dari nasi goreng ini adalah digoreng menggunakan margarin bukan minyak tanah goreng seperti yang biasa dipakai kebanyakan tukang nasi goreng. Pertama kali mungkin terasa rada aneh dan bikin eneg, tapi tetep aja seberapapun porsinya, pasti semuanya masuk ke dalam perut saya***gimana bisa kurus kalo kayak gini caranya.

Harganya pun relatif sama dengan nasi goreng yang lain. Seporsi nasi goreng yang ditambah bakso ama sosis bisa ditebus dengan harga delapan rebu rupiah plus sebotol frestea seharga dua rebu rupiah. Tempatnya pun sangat mudah saya jangkau, yaitu di kantin kantor***hehehe..ya iyalah- wilayah TB Simatupang. Apalagi kalo kondisi lagi lapar berat, dijamin bakal bertambah nikmat.

 

..:: jakarta, habis makan siang ::..


lapar

Wah, tiba-tiba rasa lapar menyerang bertubi-tubi tanpa permisi. Padahal dua jam lagi juga waktunya makan siang. Daripada menahan rasa lapar yang bikin perih perut, dan bisa jadi akan berujung sakit, mending dituruti saja keinginan perut***hueheuhe. Tapi sebelum berangkat ke kantin, posting dulu aja.

Ehm, nanti sore saya jadi pulang kampung. Tetep menggunakan kereta Argo Lawu yang sudah beli tiketnya dua minggu lalu. Itu artinya pula, agenda gathering jadi dilaksanakan sambil menikmati sego kucing dan kopi joss yang sudah sangat saya rindukan. Semoga agenda untuk bertemu dengan ibunda-”nya” jadi dilaksanakan juga, karna kalo ga saat ini mau kapan lagi coba. Belum tentu setiap bulan bisa pulang ke Solo. Semoga “dia” mengijinkan saya untuk mengenal keluarganya lebih jauh lagi. Amien.

Barusan saya dapet telpon dari bunda, kalo adek saya lagi sakit. Waduhh… jadi pengin segera nyampe kampung halaman, Ga sabar pengin liat kondisi adik saya. Syafakillah yak!! Moga lekas sembuh ya dek.

 

..:: Jakarta, masih sepagi ini sudah lapar ::..


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.