Category Archives: komputer

tragedi jalan sendiri

Seminggu yang lalu, iseng saya jalan-jalan ke Ambassador sekaligus melepaskan penat setelah beberapa hari terjebak dalam kerjaan yang menyita waktu. Niat awalnya sih cuma mau beli kibot protektor buat laptop kesayangan. Akan tetapi niat tersebut tidak diteruskan dengan langkah nyata, bahkan pada akhirnya saya terbuai dan terlena untuk membeli barang lain.

Kejadiannya berawal ketika saya masuk di sebuah toko aksesoris komputer yang lumayan lengkap. Iseng ngeliat kesana kemari, saya tidak menemukan kibot protektor yang dicari. Awalnya saya hanya mengira kalau disimpan di lemari khusus yang tidak bisa saya lihat. Lalu saya pun bertanya kepada si mbak penjaga toko, dan ternyata memang barang yang saya cari lagi kosong stok-nya. Rada kecewa karna toko tersebut merupakan toko yang lumayan lengkap dan besar. Kalau di toko yang segedhe itu saja tidak ada, apalagi di toko yang lain. Saya pun meninggalkan toko tersebut. Ketika baru nyampe di dekat pintu keluar, eitttt… there’s something interesting. Yup, saya melihat Sennheiser MX 160 yang sepertinya cocok kalau disandingkan dengan Ipod Nano kesayangan. Sejenak perhatian saya tertuju ke Sennheiser tersebut lalu berlanjut dengan melihat dan membayangkan jika bersanding dengan Ipod.

Dan selanjutnya saya pun lupa kalo harus beli kibot protektor, lalu terbius tak tersadar dengan membawa Sennheiser MX 160 ke kasir untuk membayarnya. Baru ketika di luar toko saya tersadarkan diri kalau baru saja mengeluarkan 2 lembar uang 50.000. Fiuhhh, lagi-lagi lupa diri kalo jalan sendirian!!!

Berikut skrinsyut-nya :

Sennheiser mx 160

Sennheiser mx 160

Dan perjalanan hari itu pun terus berlanjut ke deretan toko henpon yang banyak terdapat di sana. Akhirnya setan pun sukses menggoda bujangan kesepian yang lagi jalan-jalan sendiri seperti saya. Dalam waktu kurang dari 30 menit berikutnya, saya sudah melakukan transaksi tunai sebesar Satu Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah untuk membayar Sony Ericsson K660i yang memang sudah target incaran saya. Berikut skrinsyut-nya :

Sony Ericsson K660i

Sony Ericsson K660i

SE K660i-Box

SE K660i-Box

Terbukti sudah !! jadi bujang terlalu lama itu memang merugikan. Selain merasakan kesepian yang amat sangat, di satu sisi akan banyak uang yang terbuang untuk hal-hal yang kurang begitu penting. Tapi enaknya, jika pengin beli suatu barang ga perlu banyak pertimbangan.

Intinya jika anda seorang gadget-ers yang gampang tergoda seperti saya, sebaiknya jangan pergi ke area mall dan tempat-tempat yang menjual barang elektronik dalam keadaan sendiri. Akan tetapi keadaan juga tidak lebih baik jika anda tidak pergi sendiri, tapi bersama sahabat yang ternyata juga punya hobi yang sama. Kalau sudah begitu keadaan bisa bertambah buruk.

Berapapun uang yang sudah saya keluarkan hari itu, ga jadi masalah. Yang penting hati lega. Asal ga keseringan aja.


telnet di windows vista

Baru nyadar, kalau fitur telnet di Windows Vista secara default di disable. Hal ini terjadi ketika saya mencoba menjalankan emulator router menggunakan GNS3 di laptop. Sebelum-sebelumnya saya selalu menggunakan putty untuk mengakomodir perintah telnet ataupun SSH. Ketika GNS3 menjalankan emulator, secara default akan memanggil program telnet yang ada di dalam komputer. That’s the problem….

Terpaksa harus nanya ke si Om, dan dikasih jawaban yang banyak banget. So simple.. Berikut cara mengaktifkan fitur telnet pada Windows Vista.

Dari menu Start –> Control Panel –> Programs and features –> Turn Windows features on or off. Kemudian klik ‘Telnet Client’ dan OK. Beres, cukup mudah. Solved !!!

Enable-Telnet


partisi hardisk di windows vista

Saat membeli laptop beberapa waktu yang lalu, masih ada beberapa masalah yang ada, salah satunya adalah masalah partisi hardisk. Pada saat saya membeli Compaq V3725AU, laptop tersebut sudah dibundel dengan Windows Vista Home Basic dengan 2 partisi di dalamnya. Satu partisi (C) untuk sistem operasi dan satu partisi lainnya (D) untuk recovery jika sewaktu-waktu terjadi crash. Dan kondisi seperti ini sangat riskan terhadap dokumen yang ada di dalamnya. Oleh karena itu saya pun memutuskan untuk membagi partisi C menjadi beberapa partisi, agar dapat dipisahkan partisi yang diisi untuk sistem operasi dan partisi untuk dokumen. Selain itu, saya juga berencana untuk menginstall OpenSuses 10.2 di laptop, jadi saya juga membutuhkan pastisi swap dan ext3. Biasanya saya menggunakan Norton Partition Magic untuk create partisi hardisk. Instalasi Norton Partition Magic di Vista memang berhasil, tapi error ketika dijalankan. Selidik punya selidik, ternyata Norton Partition Magic hanya kompatibel sampai Windows XP saja. Di sini mulai terjadi masalah…

Setelah bertanya-tanya ke Om Gugel, akhirnya saya mendapatkan beberapa alternatif solusi seperti berikut :

  • Menggunakan fasilitas Disk Management yang ada di Vista. Menu ini dapat dibuka dengan menekan tombol Start lalu klik kanan Computer dan klik Manage. Kemudian akan terbuka window baru Computer Management.

    partisi disk

    Continue reading


sennheiser px 100:kualitas semantap harganya

Setelah membeli laptop itu, saya jadi punya keinginan untuk melengkapinya dengan headphone yang bisa memuaskan telinga tapi tidak mengganggu orang-orang sekitar. Setelah bertanya kesana-kemari, akhirnya pilihan jatuh kepada Sennheiser PX 100 meskipun harganya juga membuat tabungan terkuras juga. Tapi ga apa-apa, sekali-kali memanjakan diri membeli barang yang sudah terdaftar di wish and wanted.

Akhirnya tanggal 18 April 2008 kemaren, selepas jam kantor saya jalan-jalan ke Poins Square di deket Lebak Bulus yang ada toko komputer dan aksesoris yang lumayan lengkap. Setelah mengunjungi beberapa toko, akhirnya saya memutuskan membeli di bhineka sekalian membeli memory 1 GB untuk laptop saya.

Saya harus mengeluarkan 455 ribu Rupiah untuk meminang Sennheiser PX 100 dan menyandingkannya dengan Compaq Presario V3725AU. Dan ternyata memang hasilnya jadi luar biasa dahsyat, meskipun setelahnya membelinya, langsung jatuh bangun aku mengejarmu miskin.

px-100

px-100

Berikut fiturnya yang langsung saya ambil dari sini :

  • Dynamic stereo mini headphones
  • Great for travel and outdoor use with mobile sources such as CD, MD or MP3 players
  • Fold and flip: registered design allows the ear cups to be turned through 90° and fold the headphones closed (headphones will lock in open and closed positions)
  • 1.4 m Kevlar-reinforced OFC copper cable with 3.5 mm stereo jack plug
  • Fits into the shirt pocket: rugged transport case with cord take-up (145 x 75 x 27 mm)
  • Excellent sound quality for mobile audio sources
  • High-resolution sound due to Sennheiser “Duofol” diaphragms with spiral embossing (reduces and spreads eigenforms)
  • Strong Neodymium magnets for extremely low distortion
  • High efficiency and powerful reproduction
  • Balanced and detailed sound image for all types of music
  • Crisp and fast bass response due to system “twin damping” with 80ppi polyurethane and special perforated elements
  • Special baffle (based on the legendary HD 414) ensures very balanced sound
  • Lightweight: only 60 g without cable
  • Comfortable: headband with split padding
  • Rugged and durable: robust steel headband with metal joints, steel-reinforced headband ends, connection to the ear cups tested for durability
  • 2-year guarantee

Dan sekali lagi saya membuktikan bahwa harga memang sebanding dengan kualitas dan kepuasan yang ditawarkan. ***Duhh…kapan mo nabung buat nikah ya, kalau gampang tergiur kayak gini!!!


my new compaq v3725au

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan nabung keturutan juga buat beli laptop dari hasil keringat sendiri. Satu dari sekian wishlist yang saya buat tercapai sudah. Setelah beberapa waktu berpikir untuk antara memilih laptop ini, itu, dan satunya lagi akhirnya saya memutuskan menjatuhkan pilihan kepada Compaq Presario V3725AU. Satu hal yang membuat saya jatuh cinta kepada Compaq adalah bentuk yang stylish dan warna hitam yang elegan. Walaupun demikian tetap punya kemampuan yang mumpuni, setidaknya itu yang sudah saya baca di forum-forum diskusi.

Laptop ini menggunakan processor AMD Turion 64 X2 yang memang lebih handal untuk meng-handle multimedia dan games, berbeda dengan processor Intel Core 2 Duo yang punya kelebihan untuk proses komputasi atau programming. Karna memang kebutuhan saya lebih dalam hal multimedia dan game serta kerjaan di kantor pun jarang melibatkan proses komputasi, maka saya pun memilih laptop based-on AMD Turion 64 X2.

Dengan perpaduan memory 1024 MB dan Windows Vista Home Basic yang jadi satu bundle dalam pembelian cukup menjadikan laptop ini bisa optimal, meskipun menurut saya akan lebih optimal jika memory ditambah 1024 MB lagi, karna untuk menjalankan Windows Vista saja tanpa membuka program apapun sudah menghabiskan lebih dari 500 MB. Inilah salah satu kekurangan Windows Vista, dengan tampilan yang memang sangat menarik tapi harus dibayar dengan resource memory yang sangat banyak.

Ketika saya coba downgrade ke XP SP2 agar memory 1024 MB lebih optimal, proses instalasi memang berjalan mulus, namun ketika selesai ternyata hanya video card saja yang terbaca, sedangkan perangkat-perangkat yang lain sebagian besar tidak berjalan. Saya coba telusuri di situs resmi HP pun, ternyata hanya disediakan driver untuk Windows Vista, sedangkan untuk Windows XP hanya disediakan driver universal saja. Usut punya usut, kebanyakan laptop Compaq model terbaru memang didesain untuk Windows Vista. Dan memang, ketika saya recover ke Windows Vista Home Basic semua hardware berjalan dengan baik. Ada-ada aja nih Mr. Gates feat Compaq!!!

Continue reading


it’s complicated!! system shutdown

Apa jadinya jika berbagai agenda yang sudah dibuat ketika berada di luar kota tiba-tiba tergagalkan karna kondisi sakit ??

Itulah yang kira-kira terjadi pada saya minggu kemaren ketika berada di Bandung.

Sedianya 2,5 hari ada di Bandung akan saya gunakan untuk menyelesaikan beberapa agenda pribadi yang bisa dibilang urgent. Namun apa daya 2,5 hari tersebut malah dihabiskan dengan terkapar di kasur karna komplikasi penyakit demam, pusing, dan flu***dan juga kangen.whuaa!!.

Ketika berangkat jumat pagi, badan sebenernya sudah menagih untuk istirahat dengan memberikan warning sedikit rasa demam. Tapi peringatan dini tersebut ga saya pedulikan, dan tetep ngeyel untuk sowan ke Bandung. Akhirnya siang hari setelah Sholat Jum’at raga ini benar-benar ga kuat lagi untuk beraktifitas. Demam!!

Karna saya ini termasuk orang yang paling ga mau minum obat ketika sakit, maka saya hanya minum air putih sebanyak-banyaknya sampai harus bolak-balik ke kamar mandi. Untuk kesekian kalinya pula, obat alami ini sangat manjur mengobati demam akut.

Tapi ternyata penderitaan ga berakhir sampai penyakit demam saja. Hari Sabtu ketika demam sudah reda, penyakit malah pindah ke kepala dan masih ditambah dengan flu. Walhasil, rencana istirahat hari jumat saja harus berlanjut ke hari Sabtu juga.

System SHUTDOWN !!!

Alhamdulillah ketika terbangun minggu pagi, badan sudah bisa diajak kompromi meski masih terasa lemes banget. Setidaknya sudah cukup kuat untuk dibawa kembali ke Jakarta, karna malamnya harus di kantor menjemput rezeki.

Berikut ini agenda-agenda yang gagal :

Sakit memang ga enak, apalagi dengan keadaan yang masih ‘sendiri’***maksod loe?? Dan baru terasa nikmatnya hidup sehat ketika sakit itu datang. Alhamdulillah, raga ini ga minta macem-macem kalau lagi sakit. Cukup air putih atau madu dan SMS dan istirahat yang cukup, insya Allah akan kembali fit lagi.

Ada kalanya raga harus diistirahatkan jika sudah mulai terlihat overload. Dan jika ga diistarahatkan, pada akhirnya kita pun akan istirahat dengan paksa karna sakit.

And now, system START !! sambil dengerin “If You are My Baby”-nya Rick Price. Ahhh, seandainya dia……***sambil jitakin kepala sendiri, “sadar g0En!!”

I’d never be lonely
If you were my only love
If you were my baby
I’d take my last breath
Before I would let you go
And I promise I’d love you forever and ever
If you were my baby

 


my wishlist

Iseng-iseng, berhubung terlalu banyak hal yang membuat penuh otak, maka saya putuskan untuk membuat wishlist. Setidaknya, membuat hidup jadi lebih terencana, meski UUD (ujung-ujungnya duit). Beginilah nasib… semenjak kepindahan saya ke bumi batavia dari awal juni lalu, sedikit banyak mengubah pola hidup yang selama ini ada. Dan yang pasti, wishlist ini akan berubah sesuai perkembangan waktu dan keadaan ekonomi dalam negeri (halah…mule deh!!).

  1. Canon DSLR EOS 400D
  2. Acer Aspire 4520
  3. Yamaha New Jupiter Z
  4. Dopod 838pro ato SE W950i SE W960i done @ 4 november 2007
  5. Nge-konkret-in proyek bisnis bareng Lutfi a.k.a PerjakaPatahHati™ dan Mas’ud a.k.a BegundalNekad™done @ 6 november 2007
  6. Ke puncak Mahameru ama Rinjani
  7. Bidadari Pendamping Hidup (maaf, ga dikasih link…ntar ada yang ngerasa ga terima!!)
  8. ….
  9. ….
  10. …. (masih mikir…..)

Yang perlu diketahui bersama, nomer urutan bukan merupakan skala prioritas dan kebutuhan. Skala urgent dan important tergantung dari waktu dan keadaan sekitar saya. Tapi kalo diliat dari wishlist saya, dari yang pertama sampe kelima, budget-nya tidak kurang dari lima juta rupiah. Busyetttt…….
Ndak apa-apa!!!! yang penting ada keinginan dulu, pasti ntar ada jalan buat mewujudkan semuanya.

:: Jakarta-office-lewat jam 9 malem ::


petualangan baru

Minggu ini, ada yang baru dalam diri diajeng™-ku. Sekedar tau aja, “diajeng” adalah nama yang kuberikan untuk komputerku tersayang yang sudah menemaniku sejak April 2004. Bersama diajeng, tlah kulewati suka-duka hidup di kampus. Balik lagi ke topik awal, tentang hal baru yang ada di dalam diajeng™. Setelah pada malam 1 Ramadhan saya nge-burn Ubuntu 7.04 ditempat Ardian a.k.a GuruBesar, malam berikutnya saya install Ubuntu 7.04 di diajeng™-ku. Sebenernya niatan nyoba Ubuntu 7.04 a.k.a Feisty Fawn udah lama banget. Tapi berhubung saya ini orangnya sedikit gengsi dan termasuk orang yang setia (ceileee….) jika sudah jatuh cinta sama suatu hal, maka baru sekarang ke-gengsi-anku runtuh. Selama beberapa tahun ke belakang saya selalu setia dengan Redhat dan turunannya. Mulai dari Redhat 7.3, Redhat 9, Fedora Core 2 sampe Fedora 7, CentOS, RHEL 4 semuanya pernah saya cobain. Tapi yang terakhir bersarang di diajeng sampe sekarang ini adalah Redhat 9, yang saya pake buat ngerjain Tugas Akhir. Selain itu saya jg pernah nyobain Linux dari keluarga Suse, yaitu Suse 9 dan OpenSuse 10.2 yang juga saya gunakan untuk Tugas Akhir. Nah, dengan hadirnya Feisty Fawn di diajeng™-ku, brarti ada 4 OS yang ada dalam diri diajeng™ :

Alhamdulillah, spek-nya diajeng™ cukup mumpuni untuk menampung ke-empat OS tadi. Onderdilnya diajeng™ :

  • MotherboardAsus P4S800
  • Memory 2 keping Visipro 256MB PC 4200
  • Seagate Baracuda 120 GB 7200rpm
  • Seagate Baracuda 80 GB 7200 rpm
  • Asus DVD-ROM
  • Asus CD-RW<
  • VGA Shappire ATI Radeon 9250
  • Monitor LG 15″
  • 2 buah LAN Card
  • 2 buah Soundcard
  • Speaker Simbadda yang saya lupa serinya, soalnya dikasih Topik a.k.a MengandungGila

Dan biasanya, kalo saya sudah penasaran ama suatu hal, pasti bakal saya kejar sampai saya puas. Dan bisa dibilang Ubuntu 7.04 adalah salah satu hal penasaran saya saat ini. Dan untuk membantu rasa penasaran tersebut, saat ini saya sudah gabung di milis-nya ubuntu-id, web, dan juga blog-nya. Trus saya juga udah pesen repository di kampus. Berhubung saya masih orang baru dalam hal Ubuntu, jadi saya masih butuh banyak bantuan..

Finally….petualangan bersama Ubuntu 7.04 dimulai!!!

Jakarta, 16 September 2007, 15.50 WIB
-di kantor, mumpung lagi ga ada kerjaan-


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.