Category Archives: gadget

dopod 838pro : upgrade WM 5 ke WM 6.1

Setelah bertahan selama hampir 2 tahun dengan Windows Mobile 5 untuk OS Dopod 838pro milik saya, akhirnya jebol juga tembok pertahanan saya untuk ngoprek. Saya memutuskan untuk upgrade ke Windows Mobile 6.1 dengan tangan sendiri yang sebenarnya cukup beresiko. Padahal, saya berencana menjual PDA tersebut dalam waktu dekat dan menggantinya dengan HTC Touch Pro atau Blackberry Bold. Kalau proses upgrade tidak berjalan sebagaimana mestinya, bisa jadi tidak akan laku dijual, sementara garansi pun sudah habis. Tapi karna keinginan sudah terlalu menggebu, dampak seandainya gagal pun tidak dipikirkan lagi.
Tapi saya juga tidak gegabah untuk upgrade OS tersebut. Sebelum eksekusi, saya bertanya dulu kepada Mbah Gugel yang Serba Tau.  Saya diberi petunjuk ke alamat ini, ini, dan ini sebagai persiapan sebelum upgrade OS. Setelah membaca beberapa artikel, saya pun mengunduh ROM yang nanti akan digunakan untuk upgrade. Ada dua versi ROM yang saya unduh, yaitu :

  1. 838Pro_HK_ENG_WM6_Upgrade_20070712.zip yang merupakan versi rilis resmi dari HTC
  2. CRC_r13.4-normal.7z yang merupakan versi oprekan dari Steve

Selain itu harus tersedia juga Microsoft Active Sync 4.5 atau Windows Mobile Device Centre 6.1 untuk sinkronisasi perangkat PDA dengan komputer / laptop. Untuk WMDC 6.1 memang sudah terinstall di laptop, karna memang saya sudah terbiasa melakukan sinkronisasi phonebook ataupun kalender di outlook dan juga untuk keperluan instalasi program yang lain. Tahap persiapan sudah selesai, tinggal eksekusi.

Bismillahirrahmanirrahim…

Tahap pertama yang dilakukan adalah meng-ekstrak file ROM yang tadi sudah didownload, yang didalamnya terdapat dua file, yaitu RUUWrapper.exe dan RUU_Signed.nbh seperti gambar berikut ini :

Ekstrak ROM

Ekstrak ROM

Continue reading


iTunes 8.2 available

Selain default Windows Media Player 11, saya juga meng-install iTunes untuk kebutuhan transfer file musik ke iPod dan juga untuk kebutuhan multimedia di laptop saya. Entah sejak kapan iTunes 8.2 sudah tersedia untuk diunduh. Saya baru sadar ketika malam ini iseng memainkan mp3 menggunakan iTunes di laptop. Ketika membuka aplikasi iTunes, langsung ada notifikasi untuk update ke versi 8.2. Langsung saja, saya pun melakukan update iTunes ke versi 8.2. Saat tulisan ini saya buat pun, proses update software masih berlangsung.

update iTunes

update iTunes

Bagi yang tertarik untuk mencoba iTunes 8.2 bisa langsung mengunduh di sini.


eos 450d:alhamdulillah kebeli juga

Alhamdulillah, setelah beberapa lama mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari hasil keringat sendiri, akhirnya kesampaian juga punya kamera sendiri. Setelah beberapa waktu berkonsultasi dengan para master yang mengerti tentang kamera, saya pun memutuskan untuk meminang Canon EOS 450D dengan segala konsekuensinya **halah, konsekuensi uang maksudnya. Mumpung masih bujang juga, jadi ga terlalu ribet mikir sana-sini jika ingin membeli sesuatu

Siang itu, Sabtu 6 September 2008, dengan mengendarai revo pinjeman dari temen kantor, saya menerobos teriknya jakarta yang kala itu memang matahari sedang tersenyum dengan cerahnya. Tujuan saya adalah ke oktagon yang di Kemang Raya. Meski sempat nyasar, akhirnya saya bisa sampai ke sana dengan bantuan seorang senior memang pernah ke sana dan juga atas tuntunan kata hati.

Tanpa melalui sebuah percakapan yang bertele-tele akhirnya saya pun langsung menunjuk sebuah kardus di etalase. Setelah mengelus-elus body-nya yang aduhai, akhirnya saya langsung mencobanya untuk sekedar testing memastikan kamera yang saya beli tidak cacat. Setelah memastikan semuanya beres,  saya pun bertambah yakin untuk meminang Canon EOS 450D ditambah Sandisk SDHC 4 GB dan juga screen protector 3″. Hanya saja tas kamera tidak bisa saya dapatkan di oktagon Kemang, karna barang hanya ready di oktagon Gunung Sahari. Enaknya lagi, pembayaran bisa dilakukan dengan debit Mandiri, yang tentunya sangat menguntungkan bagi saya yang mempunyai rekening Mandiri.

Dalam perjalanan pulang, saya pun mampir ke JPC Kemang untuk membeli bebarapa tetek-bengek yang belum ada. Di sana, saya membeli tas lowepro, filter, dan juga lap untuk bebersih kamera. Alhamdulillah, satu dan sekian wishlist yang ada terpenuhi juga dari tabungan sendiri. Puas dan tak ada rasa penyesalan ***bad habbit banged.

Sekarang saatnya nabung lagi, buat beli lensa ama perkakas yang laen. ***alamat tabungan masa depan yang ga akan bertambah secara signifikan.

‘Senjata’ sudah ada, tinggal memaksimalkan keberadaannya saja.

eos 450d

eos 450d

camera & bag

camera & bag


tragedi jalan sendiri

Seminggu yang lalu, iseng saya jalan-jalan ke Ambassador sekaligus melepaskan penat setelah beberapa hari terjebak dalam kerjaan yang menyita waktu. Niat awalnya sih cuma mau beli kibot protektor buat laptop kesayangan. Akan tetapi niat tersebut tidak diteruskan dengan langkah nyata, bahkan pada akhirnya saya terbuai dan terlena untuk membeli barang lain.

Kejadiannya berawal ketika saya masuk di sebuah toko aksesoris komputer yang lumayan lengkap. Iseng ngeliat kesana kemari, saya tidak menemukan kibot protektor yang dicari. Awalnya saya hanya mengira kalau disimpan di lemari khusus yang tidak bisa saya lihat. Lalu saya pun bertanya kepada si mbak penjaga toko, dan ternyata memang barang yang saya cari lagi kosong stok-nya. Rada kecewa karna toko tersebut merupakan toko yang lumayan lengkap dan besar. Kalau di toko yang segedhe itu saja tidak ada, apalagi di toko yang lain. Saya pun meninggalkan toko tersebut. Ketika baru nyampe di dekat pintu keluar, eitttt… there’s something interesting. Yup, saya melihat Sennheiser MX 160 yang sepertinya cocok kalau disandingkan dengan Ipod Nano kesayangan. Sejenak perhatian saya tertuju ke Sennheiser tersebut lalu berlanjut dengan melihat dan membayangkan jika bersanding dengan Ipod.

Dan selanjutnya saya pun lupa kalo harus beli kibot protektor, lalu terbius tak tersadar dengan membawa Sennheiser MX 160 ke kasir untuk membayarnya. Baru ketika di luar toko saya tersadarkan diri kalau baru saja mengeluarkan 2 lembar uang 50.000. Fiuhhh, lagi-lagi lupa diri kalo jalan sendirian!!!

Berikut skrinsyut-nya :

Sennheiser mx 160

Sennheiser mx 160

Dan perjalanan hari itu pun terus berlanjut ke deretan toko henpon yang banyak terdapat di sana. Akhirnya setan pun sukses menggoda bujangan kesepian yang lagi jalan-jalan sendiri seperti saya. Dalam waktu kurang dari 30 menit berikutnya, saya sudah melakukan transaksi tunai sebesar Satu Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah untuk membayar Sony Ericsson K660i yang memang sudah target incaran saya. Berikut skrinsyut-nya :

Sony Ericsson K660i

Sony Ericsson K660i

SE K660i-Box

SE K660i-Box

Terbukti sudah !! jadi bujang terlalu lama itu memang merugikan. Selain merasakan kesepian yang amat sangat, di satu sisi akan banyak uang yang terbuang untuk hal-hal yang kurang begitu penting. Tapi enaknya, jika pengin beli suatu barang ga perlu banyak pertimbangan.

Intinya jika anda seorang gadget-ers yang gampang tergoda seperti saya, sebaiknya jangan pergi ke area mall dan tempat-tempat yang menjual barang elektronik dalam keadaan sendiri. Akan tetapi keadaan juga tidak lebih baik jika anda tidak pergi sendiri, tapi bersama sahabat yang ternyata juga punya hobi yang sama. Kalau sudah begitu keadaan bisa bertambah buruk.

Berapapun uang yang sudah saya keluarkan hari itu, ga jadi masalah. Yang penting hati lega. Asal ga keseringan aja.


mobile blogging

Rencana tidur awal pun gagal sudah.Padahal sudah bela-belain pulang dari kantor jam 9 malam. Tapi ternyata, komputer yang ada di kamar pun lebih menggoda untuk disentuh daripada guling dan bantal yang akan membawa ke alam mimpi.

Agenda rutin yaitu sinkronisasi PDA dengan outlook yang ada di komputer. Setidaknya agenda yang tlah terlewat maupun yang masih dalam rencana bisa terdokumentasi. Dan yang paling penting adalah backup phonebook yang ada di PDA, setidaknya jadi persiapan kalau sewaktu-waktu crash dan harus restore ke settingan awal. But I hope not. Setelah urusan backup selesai, lanjut bermain dengan Ipod kesayangan. Delete beberapa lagu yang memang sudah jarang didengarkan lagi, kemudian add beberapa lagu yang saya kumpulkan dalam satu album yang saya beri nama “Wedding Song”.

Selesai berurusan dengan Ipod bukan langsung tidur, tapi malah buka folder film yang ada di hardisk. Ternyata memang masih ada beberapa yang belum sempet saya tonton. Akhirnya saya putuskan untuk nonton “A Beautiful Mind”, sebuah film bagus yang tentang seorang ahli matematika yang harus berjuang mati-matian untuk hidup normal karena penyakit Schizophrenia. Namun pada akhirnya, berkat ketekunan dan dukungan yang luar biasa dari istri ia berhasil melewati semua masa-masa yang berat itu dan berhasil mendapat nobel pada tahun 1994 atas penemuannya. Ehmmm, semoga nanti masih bisa membuat tulisan khusus tentang film tersebut.

Dan sekarang, hampir jam 3 pagi..masih ada beberapa waktu ke depan untuk sejenak memejamkan mata. Masih sempet nulis di blog dengan Dopod 838pro dan kartu IM3 ditemani roti serta sebotol frestea.

Selamat pagi semua…


ipod nano 2gb:si kecil yang elegan

Setelah kehadiran Dopod 838pro dan laptop baru, iseng-iseng nyari Ipod Nano 1st Generation seken (karna emang udah tidak diproduksi lagi) di salah satu forum. Setelah beberapa hari ngubek-ubek, akhirnya ketemu juga di salah satu trit. Dan kebetulan Ipod Nano yang ditawarkan pas banget dengan yang saya cari, ditambah lagi warna hitam yang membuat saya semakin tergoda. Setelah beberapa kali tawar-menawar, akhirnya terjadi kesepakatan dan saya akan langsung mengambil barangnya di Bandung karena kebetulan hari Senin – Rabu memang ada di Bandung.

Selasa siang, saya pun menuju kediaman penjual yang ada di Gg Ripah Jl Moh Toha Bandung. Tidak sulit bagi saya yang notabene sudah 5 tahun hidup di Bandung untuk menemukan alamat tersebut. Setelah beberapa saat menimbang dan melihat ‘si kecil hitam elegan’ tersebut, akhirnya hancur juga pertahanan saya dan mengucurlah 750 ribu rupiah dari dalam dompet saya. Dan lagi-lagi, saya tergoda dan cadangan harta semakin menipis…****Duhhh, mengapa iman saya begitu mudah tergoyah??

Saya pun membawa pulang Ipod Nano dengan tersenyum puas, meski hati menangis melihat dompet semakin tipis. Dan itu brarti pula, satu item di wish and wanted tercoret sudah.

Ipod_Nano_1 Ipod_Nano_2

Bagi saya pribadi, lebih menyukai bentuk Ipod Nano 1st Generation daripada Ipod Nano generasi-generasi berikutnya. Bentuknya yang kecil menjadikannya mudah dibawa dan diselipkan di saku celana jeans saya. Ditambah paduan warna hitam membuatnya terlihat semakin elegan dan cantik***hiperbola banget sih.

Ipod_Nano_3 Ipod_Nano_4

Dengan kapasitas 2 GB yang ada di dalamnya, sanggup menyimpan 500-an lagu dan juga foto-foto. Dan itu lebih dari cukup untuk menghibur perjalanan Jakarta – Bandung bolak-balik. Saya pun mencoba mengawinkannya dengan Sennheiser PX 100 yang sudah saya beli beberapa hari sebelumnya, dan wooooowwww… ternyata menghasilkan suara yang sangat dahsyat.

Puas dan mantap !!!! hanya itu yang bisa saya ucapkan.


sennheiser px 100:kualitas semantap harganya

Setelah membeli laptop itu, saya jadi punya keinginan untuk melengkapinya dengan headphone yang bisa memuaskan telinga tapi tidak mengganggu orang-orang sekitar. Setelah bertanya kesana-kemari, akhirnya pilihan jatuh kepada Sennheiser PX 100 meskipun harganya juga membuat tabungan terkuras juga. Tapi ga apa-apa, sekali-kali memanjakan diri membeli barang yang sudah terdaftar di wish and wanted.

Akhirnya tanggal 18 April 2008 kemaren, selepas jam kantor saya jalan-jalan ke Poins Square di deket Lebak Bulus yang ada toko komputer dan aksesoris yang lumayan lengkap. Setelah mengunjungi beberapa toko, akhirnya saya memutuskan membeli di bhineka sekalian membeli memory 1 GB untuk laptop saya.

Saya harus mengeluarkan 455 ribu Rupiah untuk meminang Sennheiser PX 100 dan menyandingkannya dengan Compaq Presario V3725AU. Dan ternyata memang hasilnya jadi luar biasa dahsyat, meskipun setelahnya membelinya, langsung jatuh bangun aku mengejarmu miskin.

px-100

px-100

Berikut fiturnya yang langsung saya ambil dari sini :

  • Dynamic stereo mini headphones
  • Great for travel and outdoor use with mobile sources such as CD, MD or MP3 players
  • Fold and flip: registered design allows the ear cups to be turned through 90° and fold the headphones closed (headphones will lock in open and closed positions)
  • 1.4 m Kevlar-reinforced OFC copper cable with 3.5 mm stereo jack plug
  • Fits into the shirt pocket: rugged transport case with cord take-up (145 x 75 x 27 mm)
  • Excellent sound quality for mobile audio sources
  • High-resolution sound due to Sennheiser “Duofol” diaphragms with spiral embossing (reduces and spreads eigenforms)
  • Strong Neodymium magnets for extremely low distortion
  • High efficiency and powerful reproduction
  • Balanced and detailed sound image for all types of music
  • Crisp and fast bass response due to system “twin damping” with 80ppi polyurethane and special perforated elements
  • Special baffle (based on the legendary HD 414) ensures very balanced sound
  • Lightweight: only 60 g without cable
  • Comfortable: headband with split padding
  • Rugged and durable: robust steel headband with metal joints, steel-reinforced headband ends, connection to the ear cups tested for durability
  • 2-year guarantee

Dan sekali lagi saya membuktikan bahwa harga memang sebanding dengan kualitas dan kepuasan yang ditawarkan. ***Duhh…kapan mo nabung buat nikah ya, kalau gampang tergiur kayak gini!!!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.