Liburan akhir pekan lalu, yang kebetulan bertepatan dengan hari kemerdekaan bangsa ini menjadi libur yang agak panjang. Karna tanggal 17 Agustus 2008 bertepatan dengan hari minggu, maka liburan dimundurkan menjadi tanggal 18 Agustus 2008 yang efeknya liburan akhir pekan menjadi 3 hari dari yang biasanya 2 hari. Untuk pegawai kantoran yang siklus mempunyai siklus kerja 5 hari kerja dan 2 hari libur tentunya liburan seperti ini sangat dinantikan. Tapi berhubung saya bukan termasuk di antara mereka yang punya siklus kerja 5-2, jadinya liburan seperti minggu kemaren tidak ada bedanya. Bahkan tetap beraktivitas di kantor seperti biasa.
Senangnya di kantor juga tidak banyak kerjaan. Walhasil masih bisa bersantai sambil melakukan aktivitas laen seperti nge-game jaringan, nge-plurk, donlot film, dan juga blogwalking tentunya. Pas lagi jalan-jalan ke blog si kadal nemu satu tulisan yang membuat saya tahu kalo ada buku baru dari Tere Liye. Berhubung saya juga sudah mengoleksi buku Tere Liye sebelum-sebelumnya, makanya saya juga ga ingin melewatkan “Bidadari Bidadari Surga”. Setelah ngubek-ubek ke beberapa toko buku online, akhirnya ketemu juga di kutukutubuku[dot]com. Yang jadi masalah adalah ketika ternyata ada beberapa buku bagus di sana. Akhirnya setelah klik sana-sini, saya memutuskan untuk membeli 3 buku saja, yaitu :
- The Starbucks Experience – Joseph A. Michelli
- Fatimah Chen Chen – Motinggo Busye
- Bidadari-bidadari Surga – Tere Liye
Berikut foto ketiga buku tersebut :

tiga buku baru
Selesai dengan urusan buku, perburuan berlanjut ke jam tangan karna jam tangan lama sudah rusak dan ga bisa diperbaiki lagi. Ngubek-ubek kaskus, akhirnya ketemu jamtangan[dot]com dengan pilihan yang banyak dan harganya lumayan miring, tapi dengan kualitas barang ORIGINAL bukan KW1, KW2, ataupun replika. Setelah memilih dan menimbang segala kebutuhan dan ketersediaan dana, akhirnya saya memutuskan membeli Swiss Chronomaster C 1004 MC H meskipun penginnya beli Seiko yang ini atau yang ini. Kayaknya dijadiin wishlist saja, barangkali suatu saat ada yang mau membelikan untuk kado ulang tahun atau kado pernikahan saya. ***mode NGAREP on
Setelah beberapa kali bertanya tentang stok barang dan negosiasi harga, akhirnya sepakat pembayaran dilakukan dengan metode COD (Cash On Delivery) yang tentunya sama-sama menguntungkan bagi penjual dan pembeli. Bagi pembeli seperti saya, dapat langsung mengetahui kondisi asli barang berikut kelengkapan kartu garansinya. Dan tentunya mengurangi kekhawatiran akan terjadinya penipuan. Bagi penjual pun juga diuntungkan. Selain dapat menghindari kerusakan yang dapat terjadi akibat pengiriman menggunakan biro jasa, juga dapat mengurangi resiko penipuan oleh pembeli yang kadang suka iseng.
























