Category Archives: bandung

liburan panjang dan road show undangan nikah

Liburan yang cukup lama di akhir taun 2008 kemarin memang penuh dengan agenda dan kejutan. Dari hasil atur-atur jadwal kerja di kantor dan cuti, alhamdulillah bisa dapat total 8 hari libur dari tanggal 23 – 30 Desember 2008. Dan agenda pun sebenernya sudah disusun dari sebulan sebelumnya yang melibatkan perjalanan tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung, dan Solo.

Salah satu acara liburan kemaren adalah roadshow menghadiri undangan pernikahan sahabat tentunya. Sepertinya saat liburan panjang seperti kemaren memang banyak dimanfaatkan bagi sebagian orang untuk melangsungkan pernikahannya.

Perjalanan pertama dimulai dari kota Bandung pada 23 Desember 2008. Pada hari tersebut salah seorang temen sekelas pada waktu kuliah, Ade Hendraputra mempersuting seorang gadis Sunda sebagai pendamping hidupnya. Saya sudah berjanji untuk datang, karna sebulan sebelumnya pun saya sudah dihubungi oleh Ade yang saat itu masih di Vietnam untuk jadi tukang jepret dan saya menyanggupinya. Partner saya saat itu adalah Didin yang juga menjadi tandem saya di pernikahan Ihsan dulu. Karna bukan pertama kali kita kerja bareng, akhirnya jadi lebih enak buat ngatur posisi agar saling melengkapi. :)

Pernikahannya sendiri diadakan dalam adat Sunda, yang diawali dengan proses serah terima dari pihak keluarga pengantin pria kepada pihak keluarga pengantin wanita. Prosesi berikutnya adalah acara akad nikah yang diselenggarakan di masjid terdekat. Suasana pagi itu memang begitu syahdu. Ketika prosesi “Saya nikahkan….” dan “Saya terima nikahnya…” dilaksanakan, saat itu pula air hujan yang penuh dengan barokah tumpah dari langit. Semoga menjadi barokah tersendiri bagi pengantin dan yang datang ke acara tersebut. Setelah prosesi akad nikah selesai, resmilah mereka menjadi sepasang suami-istri dan telah lulus dari Universitas Bujang Indonesia. Kemudian pengantin diarak menuju pelaminan, yang disana telah menunggu prosesi sungkeman kepada kedua orang tua yang dilanjutkan dengan sebuah prosesi yang dinamakan “Saweran”. Prosesi Saweran sendiri bisa dibilang cukup “rusuh” karna melibatkan pengantin, keluarga, dan juga para tamu undangan. Pada prosesi-prosesi tersebut banyak moment yang bisa diabadikan dan tidak monoton seperti foto-foto di pelaminan. Sehingga foto-foto yang dihasilkan pun lebih ekspresif dan unik.

Selepas prosesi Saweran tersebut, saya mengundurkan diri dari profesi juru jepret dan berganti sebagai tamu undangan, agar lebih bebas dalam menikmati hidangan yang disediakan. :D

Continue reading


bukber dan deklarasi Veteran HMIF

bukber-veteran HMIF

bukber-veteran HMIF

Sabtu kemaren, 20 September 2008 bertempat di Republik Kuliner Jalan Merdeka Bandung, berpuluh mahasiswa dan mantan mahasiswa yang tergabung dalam Veteran HMIF berkumpul untuk mengadakan buka bersama. Veteran HMIF sendiri adalah paguyuban yang didirikan untuk mewadahi siapa saja yang pernah menjabat dan mendapat amanah sebagai Pengurus HMIF (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) STT Telkom a.k.a IT Telkom dari kepengurusan tahun pertama hingga kepengurusan yang sedang berjalan sekarang. Saya sendiri pernah memegang amanah di HMIF pada masa kepengurusan tahun 2004-2005 dan 2005-2006.

Ide mengadakan buka bersama ini sebenernya bermula dari obrolan singkat di forum Veteran HMIF yang numpang di forum students. Bermula ketika dua orang duet kurus yang memancing adanya gathering untuk ajang pencarian jodoh buka bersama Veteran HMIF semua angkatan. Dalam waktu yang relatif singkat ajakan gathering tersebut mendapat sambutan yang cukup antusias dari rekan-rekan Veteran HMIF. Terbukti dari aksi saling balas membalas di forum. Bahkan rencana buka bersama yang semula direncanakan tanggal 13 September 2008 pun harus diubah ke tanggal 20 September 2008 karna saya ada banyak Veteran yang tidak bisa ikut jika dilaksanakan tanggal 13 September 2008. Dengan mempertimbangkan usulan dari berbagai pihak akhirnya buka bersama diundur seminggu dari jadwal semula, dengan konsekuensi acara harus dipersiapkan dengan lebih matang dan terorganisir. Dengan adanya tambahan tenggang waktu ini, akhirnya panitia bisa memanfaatkan untuk mencari donasi ke beberapa Veteran yang sudah mapan (kerja -red) agar pada hari H peserta buka bersama tidak dikenakan biaya.

Alhamdulillah, saya sebagai senior cukup memberikan komando kepada duet kurus™ untuk mempersiapkan segalanya, mulai dari tempat, acara, bahkan pencarian donasi. Sehari sebelum pelaksanaan terbentuklah panitia dadakan hasil penunjukan sepihak oleh Senior™ kepada Junior™ yang list selengkapnya bisa dilihat di sini pada saat conference di YM. Total donasi yang berhasil dikumpulkan sekitar 1,5 juta rupiah, yang jika dikalkulasi akan bisa membebaskan beberapa orang dari tagihan billing pada saat buka bersama.

Bahagia sekali rasanya, acara yang terbilang mendadak ini ternyata mendapat antusiasme yang cukup tinggi dari rekan-rekan Veteran HMIF. Pada hari-H sekitar 80% dari yang sudah konfirm bisa datang ke acara buka bersama. Dan di sana pun berkumpul Veteran HMIF dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 1999 sampai angkatan 2007 yang sangat bermanfaat sekali untuk menjalin silaturahim demi kepentingan bersama.

Continue reading


hdl cilaki : seafood maknyusss

Tidak salah jika banyak orang menyebut Bandung sebagai surga makanan selain juga pusat fashion. Berbagai macam makanan tersedia dari yang ada di pinggir jalan sampe restoran mewah. Dari yang harganya ribuan hingga ratusan ribu, yang kesemuanya menawarkan keunikan sendiri untuk penikmat makanan seperti saya.

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama tim kuliner tiga orang sahabat (riyandi, broto, mae) merasakan kedahsyatan sea food HDL 293 Cilaki yang sudah terkenal di kota Bandung. Ide untuk makan sea food pun sebenernya mendadak banget, karna baru tercetus beberapa saat sebelum memutuskan untuk makan malam di luar. Tapi untuk urusan makanan sangat mudah menemui kekompakan, bahkan riyandi yang biasanya pelupa pun langsung nyambung ketika memutuskan tempat makan yang enak. Apalagi ketika itu, kondisi kami berempat memang sangat kelaparan.

Dengan berbekal 2 motor akhirnya kami meluncur ke TKP meski harus menembus dinginnya Bandung yang menusuk hingga tulang. Dan inilah wajah-wajah kelaparan ketika baru nyampe :

/me & broto

/me & broto

malix & mae

malix & mae

Setelah beberapa saat berunding dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada berhubung di list menu tidak dicantumkan harga, akhirnya kami berempat memesan menu sebagai berikut :

  1. seporsi kakap asam manis
  2. seporsi cumi lada hitam
  3. seporsi cah kangkung hot plate
  4. empat porsi nasi

Sambil menunggu pesanan datang, iseng saya mencoba memaksimalkan fitur kamera yang ada di SE K660i dengan jeprat-jepret kesana sini termasuk para koki di dapur yang kebetulan letaknya tidak jauh dari meja kami.

kesibukan dapur

kesibukan dapur

Setelah menunggu beberapa saat yang cukup lama, satu persatu pesanan kami datang juga. Kloter pertama adalah sebakul nasi yang hangat memanggil untuk segera disantap.

mae dan sebakul nasi

mae dan sebakul nasi

Tak lama kemudian datanglah seporsi kakap asam manis yang harum sekali tercium dan membuat cacing di perut semakin berteriak.

kakap asam manis

kakap asam manis

Continue reading


kuliner : es duren pak aip

Durian atau Duren yang dalam bahasa latin dikenal sebagai Durio zibethinus, bagi saya sebagai penikmatnya, selain rasanya yang unik juga bisa jadi senjata alternatif yang ampuh dalam keadaan kepepet. Duren dengan kulitnya yang bergerigi tajam dapat dijadikan pengganti batu untuk melempar maling yang lagi lari. Jika bisa kena kepala, efek kecil yang terjadi adalah gegar otak ringan dan efek yang paling parah adalah meninggal di tempati****halah, malah jadi mbahas maling dilempar duren. Meski bagi sebagian orang kurang suka bau durian, tapi hal tersebut tidak berlaku buat saya. Saya malah merasa baunya harum dan nikmat.

Beberapa minggu yang lalu, sewaktu jalan-jalan ke Bandung saya menemukan warung Es Durian yang maknyusss. Saat itu ketika jalan-jalan bersama seorang sahabat dan hampir memasuki sekitaran dago. Entah mengapa tiba-tiba ngidam pengin makan es duren, dan itu ternyata juga terjadi pada sahabat saya. Yang ada di pikiran saat itu pokoknya harus makan es duren bagaimanapun caranya. Karna bingung, saya nyoba nanya ke Gabrul yang katanya sudah hafal Bandung meski kenyataanya banyak sok taunya daripada kebenarannya***Piss ah!!.  Bukannya dapat jawaban yang memuaskan, malah saya harus menerima curhatan tentang kegundahannya memilih di antara dua cinta. Akhirnya setelah beberapa waktu mendengarkan curhatan selayaknya konsultan jodoh, pembicaraan dengan Gabrul pun ditutup tanpa ada sebuah jawaban yang jelas di mana letak warung es duren yang enak. Somprettt..

Akhirnya setelah bertanya kesana kemari, dapat petunjuk untuk menuju ke Es Durian Sakinah yang ada di Jalan Tubagus Ismail. Otak nge-hang lagi ketika diajak mengingat di mana jalan Tubagus Ismail, koq rasanya ga asing di telinga saya. Setelah dapat wangsit, akhirnya saya menuju ke TKP di Tubagus Ismail. Ternyata tempatnya gampang banget ditemui meskipun kemaren saya juga sempat tersesat juga. Kalau dari arah Dago, lurus terus sampai ketemu Simpang Dago. Dari perempatan Simpang Dago, lurus lagi yang ke arah Dago Pakar tapi ga nyampai ke Dago Pakar-nya. Putar arah di belokan pertama, sampai mengarah ke Dago lagi (balik arah). Sebelum nyampe di perempatan Simpang Dago, ada pertigaan ke arah kiri. Nah di situlah jalan Tubagus Ismail. Dari sana tinggal lurus dikit, kurang lebih 100 meter ada kompleks ruko di kiri jalan. Nah di salah satu ruko itulah warung Es Duren Pak Aip (Kantin Sakinah) berada.

Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.