Udah sebulan baca buku ini, tapi ga selesai-selesai :
Padahal isinya bagus dan bermanfaat banget. Banyak ilmu yang bisa didapat di dalamnya.
Atau mungkin harus di-KONKRIT-in dulu kali ya?
Udah sebulan baca buku ini, tapi ga selesai-selesai :
Padahal isinya bagus dan bermanfaat banget. Banyak ilmu yang bisa didapat di dalamnya.
Atau mungkin harus di-KONKRIT-in dulu kali ya?
selamat tinggal pada sang fajar,
yang membawa indahnya embun pagi di pucuk daun
hingga sang mentari menerbangkan sejuknya menuju siangselamat tinggal pada sang mentari,
yang hadir seiring awan hitam yang menyelimuti langit
lalu menghilang seiring datangnya hujan yang membawa sang pelangiselamat tinggal pada sang pelangi,
yang membawa indahnya senja selepas hujan yang mengguyur bumi
meski malam menghapus indah warnanya yang tersusun elok,
bagai sepucuk tangga ke langit tujuhselamat tinggal pada sang malam,
yang membawa terbang ke alam mimpi bertemu sang bidadari
hingga sang fajar merekah merah di ufuk timur
sebagai pertanda datangnya pagi
————————-
jakarta, 29 juli 2008, 03.15 wib
***pada akhirnya hidup adalah sebuah putaran waktu yang membawa kita menyongsong satu episode hidup yang baru dengan meninggalkan satu episode di belakang. beruntunglah bagi yang bisa belajar dari setiap episode hidup yang terlewat, karna semuanya tak pernah terjadi karna kebetulan, melainkan atas kehendak-Nya. (Catatan di Penghujung Malam)
Tidak salah jika banyak orang menyebut Bandung sebagai surga makanan selain juga pusat fashion. Berbagai macam makanan tersedia dari yang ada di pinggir jalan sampe restoran mewah. Dari yang harganya ribuan hingga ratusan ribu, yang kesemuanya menawarkan keunikan sendiri untuk penikmat makanan seperti saya.
Beberapa waktu yang lalu, saya bersama tim kuliner tiga orang sahabat (riyandi, broto, mae) merasakan kedahsyatan sea food HDL 293 Cilaki yang sudah terkenal di kota Bandung. Ide untuk makan sea food pun sebenernya mendadak banget, karna baru tercetus beberapa saat sebelum memutuskan untuk makan malam di luar. Tapi untuk urusan makanan sangat mudah menemui kekompakan, bahkan riyandi yang biasanya pelupa pun langsung nyambung ketika memutuskan tempat makan yang enak. Apalagi ketika itu, kondisi kami berempat memang sangat kelaparan.
Dengan berbekal 2 motor akhirnya kami meluncur ke TKP meski harus menembus dinginnya Bandung yang menusuk hingga tulang. Dan inilah wajah-wajah kelaparan ketika baru nyampe :
Setelah beberapa saat berunding dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada berhubung di list menu tidak dicantumkan harga, akhirnya kami berempat memesan menu sebagai berikut :
Sambil menunggu pesanan datang, iseng saya mencoba memaksimalkan fitur kamera yang ada di SE K660i dengan jeprat-jepret kesana sini termasuk para koki di dapur yang kebetulan letaknya tidak jauh dari meja kami.
Setelah menunggu beberapa saat yang cukup lama, satu persatu pesanan kami datang juga. Kloter pertama adalah sebakul nasi yang hangat memanggil untuk segera disantap.
Tak lama kemudian datanglah seporsi kakap asam manis yang harum sekali tercium dan membuat cacing di perut semakin berteriak.
Seminggu yang lalu, iseng saya jalan-jalan ke Ambassador sekaligus melepaskan penat setelah beberapa hari terjebak dalam kerjaan yang menyita waktu. Niat awalnya sih cuma mau beli kibot protektor buat laptop kesayangan. Akan tetapi niat tersebut tidak diteruskan dengan langkah nyata, bahkan pada akhirnya saya terbuai dan terlena untuk membeli barang lain.
Kejadiannya berawal ketika saya masuk di sebuah toko aksesoris komputer yang lumayan lengkap. Iseng ngeliat kesana kemari, saya tidak menemukan kibot protektor yang dicari. Awalnya saya hanya mengira kalau disimpan di lemari khusus yang tidak bisa saya lihat. Lalu saya pun bertanya kepada si mbak penjaga toko, dan ternyata memang barang yang saya cari lagi kosong stok-nya. Rada kecewa karna toko tersebut merupakan toko yang lumayan lengkap dan besar. Kalau di toko yang segedhe itu saja tidak ada, apalagi di toko yang lain. Saya pun meninggalkan toko tersebut. Ketika baru nyampe di dekat pintu keluar, eitttt… there’s something interesting. Yup, saya melihat Sennheiser MX 160 yang sepertinya cocok kalau disandingkan dengan Ipod Nano kesayangan. Sejenak perhatian saya tertuju ke Sennheiser tersebut lalu berlanjut dengan melihat dan membayangkan jika bersanding dengan Ipod.
Dan selanjutnya saya pun lupa kalo harus beli kibot protektor, lalu terbius tak tersadar dengan membawa Sennheiser MX 160 ke kasir untuk membayarnya. Baru ketika di luar toko saya tersadarkan diri kalau baru saja mengeluarkan 2 lembar uang 50.000. Fiuhhh, lagi-lagi lupa diri kalo jalan sendirian!!!
Berikut skrinsyut-nya :
Dan perjalanan hari itu pun terus berlanjut ke deretan toko henpon yang banyak terdapat di sana. Akhirnya setan pun sukses menggoda bujangan kesepian yang lagi jalan-jalan sendiri seperti saya. Dalam waktu kurang dari 30 menit berikutnya, saya sudah melakukan transaksi tunai sebesar Satu Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah untuk membayar Sony Ericsson K660i yang memang sudah target incaran saya. Berikut skrinsyut-nya :
Terbukti sudah !! jadi bujang terlalu lama itu memang merugikan. Selain merasakan kesepian yang amat sangat, di satu sisi akan banyak uang yang terbuang untuk hal-hal yang kurang begitu penting. Tapi enaknya, jika pengin beli suatu barang ga perlu banyak pertimbangan.
Intinya jika anda seorang gadget-ers yang gampang tergoda seperti saya, sebaiknya jangan pergi ke area mall dan tempat-tempat yang menjual barang elektronik dalam keadaan sendiri. Akan tetapi keadaan juga tidak lebih baik jika anda tidak pergi sendiri, tapi bersama sahabat yang ternyata juga punya hobi yang sama. Kalau sudah begitu keadaan bisa bertambah buruk.
Berapapun uang yang sudah saya keluarkan hari itu, ga jadi masalah. Yang penting hati lega. Asal ga keseringan aja.
Durian atau Duren yang dalam bahasa latin dikenal sebagai Durio zibethinus, bagi saya sebagai penikmatnya, selain rasanya yang unik juga bisa jadi senjata alternatif yang ampuh dalam keadaan kepepet. Duren dengan kulitnya yang bergerigi tajam dapat dijadikan pengganti batu untuk melempar maling yang lagi lari. Jika bisa kena kepala, efek kecil yang terjadi adalah gegar otak ringan dan efek yang paling parah adalah meninggal di tempati****halah, malah jadi mbahas maling dilempar duren. Meski bagi sebagian orang kurang suka bau durian, tapi hal tersebut tidak berlaku buat saya. Saya malah merasa baunya harum dan nikmat.
Beberapa minggu yang lalu, sewaktu jalan-jalan ke Bandung saya menemukan warung Es Durian yang maknyusss. Saat itu ketika jalan-jalan bersama seorang sahabat dan hampir memasuki sekitaran dago. Entah mengapa tiba-tiba ngidam pengin makan es duren, dan itu ternyata juga terjadi pada sahabat saya. Yang ada di pikiran saat itu pokoknya harus makan es duren bagaimanapun caranya. Karna bingung, saya nyoba nanya ke Gabrul yang katanya sudah hafal Bandung meski kenyataanya banyak sok taunya daripada kebenarannya***Piss ah!!. Bukannya dapat jawaban yang memuaskan, malah saya harus menerima curhatan tentang kegundahannya memilih di antara dua cinta. Akhirnya setelah beberapa waktu mendengarkan curhatan selayaknya konsultan jodoh, pembicaraan dengan Gabrul pun ditutup tanpa ada sebuah jawaban yang jelas di mana letak warung es duren yang enak. Somprettt..
Akhirnya setelah bertanya kesana kemari, dapat petunjuk untuk menuju ke Es Durian Sakinah yang ada di Jalan Tubagus Ismail. Otak nge-hang lagi ketika diajak mengingat di mana jalan Tubagus Ismail, koq rasanya ga asing di telinga saya. Setelah dapat wangsit, akhirnya saya menuju ke TKP di Tubagus Ismail. Ternyata tempatnya gampang banget ditemui meskipun kemaren saya juga sempat tersesat juga. Kalau dari arah Dago, lurus terus sampai ketemu Simpang Dago. Dari perempatan Simpang Dago, lurus lagi yang ke arah Dago Pakar tapi ga nyampai ke Dago Pakar-nya. Putar arah di belokan pertama, sampai mengarah ke Dago lagi (balik arah). Sebelum nyampe di perempatan Simpang Dago, ada pertigaan ke arah kiri. Nah di situlah jalan Tubagus Ismail. Dari sana tinggal lurus dikit, kurang lebih 100 meter ada kompleks ruko di kiri jalan. Nah di salah satu ruko itulah warung Es Duren Pak Aip (Kantin Sakinah) berada.