Monthly Archives: April 2008

partisi hardisk di windows vista

Saat membeli laptop beberapa waktu yang lalu, masih ada beberapa masalah yang ada, salah satunya adalah masalah partisi hardisk. Pada saat saya membeli Compaq V3725AU, laptop tersebut sudah dibundel dengan Windows Vista Home Basic dengan 2 partisi di dalamnya. Satu partisi (C) untuk sistem operasi dan satu partisi lainnya (D) untuk recovery jika sewaktu-waktu terjadi crash. Dan kondisi seperti ini sangat riskan terhadap dokumen yang ada di dalamnya. Oleh karena itu saya pun memutuskan untuk membagi partisi C menjadi beberapa partisi, agar dapat dipisahkan partisi yang diisi untuk sistem operasi dan partisi untuk dokumen. Selain itu, saya juga berencana untuk menginstall OpenSuses 10.2 di laptop, jadi saya juga membutuhkan pastisi swap dan ext3. Biasanya saya menggunakan Norton Partition Magic untuk create partisi hardisk. Instalasi Norton Partition Magic di Vista memang berhasil, tapi error ketika dijalankan. Selidik punya selidik, ternyata Norton Partition Magic hanya kompatibel sampai Windows XP saja. Di sini mulai terjadi masalah…

Setelah bertanya-tanya ke Om Gugel, akhirnya saya mendapatkan beberapa alternatif solusi seperti berikut :

  • Menggunakan fasilitas Disk Management yang ada di Vista. Menu ini dapat dibuka dengan menekan tombol Start lalu klik kanan Computer dan klik Manage. Kemudian akan terbuka window baru Computer Management.

    partisi disk

    Continue reading


ipod nano 2gb:si kecil yang elegan

Setelah kehadiran Dopod 838pro dan laptop baru, iseng-iseng nyari Ipod Nano 1st Generation seken (karna emang udah tidak diproduksi lagi) di salah satu forum. Setelah beberapa hari ngubek-ubek, akhirnya ketemu juga di salah satu trit. Dan kebetulan Ipod Nano yang ditawarkan pas banget dengan yang saya cari, ditambah lagi warna hitam yang membuat saya semakin tergoda. Setelah beberapa kali tawar-menawar, akhirnya terjadi kesepakatan dan saya akan langsung mengambil barangnya di Bandung karena kebetulan hari Senin – Rabu memang ada di Bandung.

Selasa siang, saya pun menuju kediaman penjual yang ada di Gg Ripah Jl Moh Toha Bandung. Tidak sulit bagi saya yang notabene sudah 5 tahun hidup di Bandung untuk menemukan alamat tersebut. Setelah beberapa saat menimbang dan melihat ‘si kecil hitam elegan’ tersebut, akhirnya hancur juga pertahanan saya dan mengucurlah 750 ribu rupiah dari dalam dompet saya. Dan lagi-lagi, saya tergoda dan cadangan harta semakin menipis…****Duhhh, mengapa iman saya begitu mudah tergoyah??

Saya pun membawa pulang Ipod Nano dengan tersenyum puas, meski hati menangis melihat dompet semakin tipis. Dan itu brarti pula, satu item di wish and wanted tercoret sudah.

Ipod_Nano_1 Ipod_Nano_2

Bagi saya pribadi, lebih menyukai bentuk Ipod Nano 1st Generation daripada Ipod Nano generasi-generasi berikutnya. Bentuknya yang kecil menjadikannya mudah dibawa dan diselipkan di saku celana jeans saya. Ditambah paduan warna hitam membuatnya terlihat semakin elegan dan cantik***hiperbola banget sih.

Ipod_Nano_3 Ipod_Nano_4

Dengan kapasitas 2 GB yang ada di dalamnya, sanggup menyimpan 500-an lagu dan juga foto-foto. Dan itu lebih dari cukup untuk menghibur perjalanan Jakarta – Bandung bolak-balik. Saya pun mencoba mengawinkannya dengan Sennheiser PX 100 yang sudah saya beli beberapa hari sebelumnya, dan wooooowwww… ternyata menghasilkan suara yang sangat dahsyat.

Puas dan mantap !!!! hanya itu yang bisa saya ucapkan.


sennheiser px 100:kualitas semantap harganya

Setelah membeli laptop itu, saya jadi punya keinginan untuk melengkapinya dengan headphone yang bisa memuaskan telinga tapi tidak mengganggu orang-orang sekitar. Setelah bertanya kesana-kemari, akhirnya pilihan jatuh kepada Sennheiser PX 100 meskipun harganya juga membuat tabungan terkuras juga. Tapi ga apa-apa, sekali-kali memanjakan diri membeli barang yang sudah terdaftar di wish and wanted.

Akhirnya tanggal 18 April 2008 kemaren, selepas jam kantor saya jalan-jalan ke Poins Square di deket Lebak Bulus yang ada toko komputer dan aksesoris yang lumayan lengkap. Setelah mengunjungi beberapa toko, akhirnya saya memutuskan membeli di bhineka sekalian membeli memory 1 GB untuk laptop saya.

Saya harus mengeluarkan 455 ribu Rupiah untuk meminang Sennheiser PX 100 dan menyandingkannya dengan Compaq Presario V3725AU. Dan ternyata memang hasilnya jadi luar biasa dahsyat, meskipun setelahnya membelinya, langsung jatuh bangun aku mengejarmu miskin.

px-100

px-100

Berikut fiturnya yang langsung saya ambil dari sini :

  • Dynamic stereo mini headphones
  • Great for travel and outdoor use with mobile sources such as CD, MD or MP3 players
  • Fold and flip: registered design allows the ear cups to be turned through 90° and fold the headphones closed (headphones will lock in open and closed positions)
  • 1.4 m Kevlar-reinforced OFC copper cable with 3.5 mm stereo jack plug
  • Fits into the shirt pocket: rugged transport case with cord take-up (145 x 75 x 27 mm)
  • Excellent sound quality for mobile audio sources
  • High-resolution sound due to Sennheiser “Duofol” diaphragms with spiral embossing (reduces and spreads eigenforms)
  • Strong Neodymium magnets for extremely low distortion
  • High efficiency and powerful reproduction
  • Balanced and detailed sound image for all types of music
  • Crisp and fast bass response due to system “twin damping” with 80ppi polyurethane and special perforated elements
  • Special baffle (based on the legendary HD 414) ensures very balanced sound
  • Lightweight: only 60 g without cable
  • Comfortable: headband with split padding
  • Rugged and durable: robust steel headband with metal joints, steel-reinforced headband ends, connection to the ear cups tested for durability
  • 2-year guarantee

Dan sekali lagi saya membuktikan bahwa harga memang sebanding dengan kualitas dan kepuasan yang ditawarkan. ***Duhh…kapan mo nabung buat nikah ya, kalau gampang tergiur kayak gini!!!


salahku

salahku,
yang meninggikan harap setinggi langit biru
salahku juga,
membiarkan impian membawa terbang seluruh saraf sadarku

harusnya,
kubunuh saja semua rasaku sejak dulu
agar ujung panahnya tak lagi mempan menusuk perasaan

dan harusnya,
kupatahkan saja sepasang sayap pengharapan sisi hati
agar sadarku tak lagi hilang bersama sang mimpi

dan kini,
di penghujung semua resah yang mengalun bersama seuntai harap
harus kusadari…
di persimpangan jalan ini,
aku kehilanganmu untuk yang kedua kali

Dayeuh Kolot, 14 April 2008, 15:12 WIB

[mencoba merenungi dan memahami tentang makna kehilangan...mumpung hati sedang berdamai untuk diajak sentimentil]


my new compaq v3725au

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan nabung keturutan juga buat beli laptop dari hasil keringat sendiri. Satu dari sekian wishlist yang saya buat tercapai sudah. Setelah beberapa waktu berpikir untuk antara memilih laptop ini, itu, dan satunya lagi akhirnya saya memutuskan menjatuhkan pilihan kepada Compaq Presario V3725AU. Satu hal yang membuat saya jatuh cinta kepada Compaq adalah bentuk yang stylish dan warna hitam yang elegan. Walaupun demikian tetap punya kemampuan yang mumpuni, setidaknya itu yang sudah saya baca di forum-forum diskusi.

Laptop ini menggunakan processor AMD Turion 64 X2 yang memang lebih handal untuk meng-handle multimedia dan games, berbeda dengan processor Intel Core 2 Duo yang punya kelebihan untuk proses komputasi atau programming. Karna memang kebutuhan saya lebih dalam hal multimedia dan game serta kerjaan di kantor pun jarang melibatkan proses komputasi, maka saya pun memilih laptop based-on AMD Turion 64 X2.

Dengan perpaduan memory 1024 MB dan Windows Vista Home Basic yang jadi satu bundle dalam pembelian cukup menjadikan laptop ini bisa optimal, meskipun menurut saya akan lebih optimal jika memory ditambah 1024 MB lagi, karna untuk menjalankan Windows Vista saja tanpa membuka program apapun sudah menghabiskan lebih dari 500 MB. Inilah salah satu kekurangan Windows Vista, dengan tampilan yang memang sangat menarik tapi harus dibayar dengan resource memory yang sangat banyak.

Ketika saya coba downgrade ke XP SP2 agar memory 1024 MB lebih optimal, proses instalasi memang berjalan mulus, namun ketika selesai ternyata hanya video card saja yang terbaca, sedangkan perangkat-perangkat yang lain sebagian besar tidak berjalan. Saya coba telusuri di situs resmi HP pun, ternyata hanya disediakan driver untuk Windows Vista, sedangkan untuk Windows XP hanya disediakan driver universal saja. Usut punya usut, kebanyakan laptop Compaq model terbaru memang didesain untuk Windows Vista. Dan memang, ketika saya recover ke Windows Vista Home Basic semua hardware berjalan dengan baik. Ada-ada aja nih Mr. Gates feat Compaq!!!

Continue reading


kondangan jadi reunian

Seminggu yang lalu, tepatnya Jumat, 4 April 2008 saya berkesempatan untuk pulang ke Solo ***Gemolong lebih tepatnya karena kebetulan libur 3 hari. Ada berbagai macam janji dan acara yang mengharuskan saya 3 hari berada di kampung halaman. Salah satunya adalah menghadiri pernikahan sahabat saya semasa SMP dulu, Himawati Rahmasari. Sejak dua bulan lalu saya sudah diberi undangannya, dan Sari (red -panggilan Himawati) pun meminta saya untuk datang. Dan saya pun sudah mempersiapkan diri untuk datang ke pernikahannya, sekalian bisa reunian dengan sahabat-sahabat saya semasa di SMP N 4 Surakarta dulu. Kalau dihitung, hanya beberapa orang saja yang masih rutin berkomunikasi dan kebanyakan selepas lulus dari SMP dulu hampir tidak pernah bertemu lagi. Dan itu artinya sudah hampir 9 tahun saya tidak bertemu dengan mereka. What a long time…

Saya berangkat dari Jakarta jam 8 pagi dengan kereta Argo Dwipangga, dan hampir saja ketinggalan kerete karna terjebak kemacetan ganas di seputaran Mampang dan Kuningan. Alhamdulillah, kereta sampai di Stasiun Balapan tepat waktu, jadi saya masih sempat pulang ke rumah untuk mandi dan ganti baju.

Setelah maghrib saya baru berangkat ke tempat walimahan yang diadakan di Gedung Sriwajaya sebelah barat Monumen Pers. Ketika sampai di lokasi, ternyata tamu undangan sudah banyak yang datang dan tempat yang mulai penuh. “Duh, sempet ketemuan ama temen-temen ga ya?”, pikir saya.

Setelah mengisi buku tamu dan mengambil souvenir, saya berjalan bagai orang yang kehilangan arah tujuan. Namun baru beberapa langkah berjalan, terdengar panggilan dari segerombol manusia. Dan setelah saya amati, ternyata saya melihat wajah-wajah yang begitu familiar dalam kehidupan saya. Yupppppeee, saya gembira ternyata menemukan sekelompok sahabat-sahabat saya yang duduk bergerombol. Untungnya di dekat mereka masih ada tempat duduk yang kosong, jadi saya langsung bisa bergabung dengan mereka.

Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.