Monthly Archives: January 2008

arti cinta dalam kehidupan

Jam dinding sudah mulai mendekati arah angka 3, dan suasana di luar sana masih sangat gelap. Seperti yang sudah-sudah, kalo sudah kebagian piket malam kayak gini***satpam jaringan..hehehe, kantor yang terdiri lima lantai pun hanya diisi oleh segelintir manusia yang tetap terjaga demi anak istri***kalo yang udah menikah atapun demi segenggam berlian***untuk yang bernasib bujangan seperti saya.

Dari komputer sebelah, mengalun lembut lagunya Doel Sumbang yang judulnya Arti Kehidupan,

jangan berkata tidak
bila kau jatuh cinta
terus terang sajalah
buat apa berdusta

Jujur, barangkali perkara yang mudah sekali terlontar dari mulut namun belum tentu semudah jika dilaksanakan, apalagi jika sudah masuk dalam wilayah perasaan hati yang sangat sensitif. Berdusta memang lebih mudah dilakukan ketimbang harus jujur, tapi masak iya harus membohongi kata hati jika ternyata memang cinta.

cinta itu anugrah
maka berbahagialah
sebab kita sengsara
bila tak punya cinta

Cinta memang anugrah terindah yang ada dalam setiap diri manusia. Karna cinta, seorang ibu rela mengandung anaknya selama 9 bulan dengan membawa beban yang sangat berat dalam perutnya kesana kemari. Karna cinta pula, seorang ayah ikhlas mengarungi siang dan malam agar seluruh keluarga merasa tercukupi kebutuhannya. Bahkan Allah pun menciptakan manusia dengan segenap rasa cinta-Nya. Hanya saja banyak manusia yang tidak tahu betapa besar rasa cinta itu. Entah apa jadinya, jika hidup ini berjalan tanpa cinta.

rintangan pasti datang menghadang
cobaan pasti datang menghujam
namun yakinlah cinta itu kan membuatmu
mengerti akan arti kehidupan

Tuh kan…meskipun tlah sadar bahwa cinta itu ada, bukan brarti semua lantas akan berjalan lancar selayaknya melaju di sepanjang tol Cipularang.***haahahaha. Ujian dan cobaan pasti akan datang sebagai penguji sejauh mana kesungguhan cinta yang ada. Seorang ibu harus menghadapi beratnya sebuah persalinan yang kata orang sangat tipis bedanya antara hidup dan mati. Seorang ayah harus menghadapi panasnya matahari yang sangat menyengat, bahkan dinginnya malam yang pekat untuk membuktikan cintanya pada seluruh keluarga. Pun bagi orang-orang beriman, Allah pasti memberikan berbagai macam cobaan untuk membuktikan sejauh mana kualitas kecintaan dan keimanan seorang hamba kepada Sang Khaliq.***makanya, saya pun rela menerjang gerimis sore “itu”…semua demi cinta coy…halah..

marilah sayang mari sirami
cinta yang tumbuh di dalam diri
marilah sayang mari sirami
agar merekah sepanjang hari

Ibarat bunga yang mekar di taman, cinta pun perlu dirawat agar ia senantiasa mekar dalam hati. Setiap saat harus dijaga, disirami, dan diberi ‘pupuk’ agar rasa cinta itu senantiasa bertambah dari hari ke hari. Jika tidak, bukan hal yang mustahil suatu saat nanti cinta itu akan mati. Emangnya mau jika hidup ini berjalan tanpa cinta??***kalo saya udah pasti ga mau

Achhh, cinta memang tak ada habisnya, sebanyak apapun manusia berusaha menuliskannya dalam kata, atau seberapa banyak pujangga berusaha mengungkapnya dalam setiap sajak dan puisi. Cinta tak kan pernah habis.

Dan kini, saya pun tak pernah ragu untuk bilang,

I love You Allah….
I love you Ayah…
I love you Bunda…

dan I love you ……(ups…ga jadi, belum boleh bilang kayak gini ke’dia’, belum halal..hehehe)

 

..:: Jakarta, saat yang laen pada tidur ::..


dikeroyok undangan nikah

Dari beberapa bulan yang lalu sampai beberapa bulan yang akan datang, sepertinya saya ‘dikeroyok’ undangan nikah dari sahabat-sahabat saya. Mulai dari tanggal 27 Oktober 2007, yaitu pernikahan Mbak Candry ama seorang prajurit TNI di Taman Mini, kemudian tanggal 4 November 2007 yang diisi dengan pernikahan Dones – Rissa di Bandung. Alhamdulillah saya diberi keluangan waktu menghadiri kedua undangan itu.

Ternyata belum berhenti sampai di situ, seminggu kemudian adalah pernikahan sahabat SMA saya -Lilik Supri Hanafi- pada 10 November 2007 di Solo dan pernikahan mbak Astri pada 11 November 2007. Sayangnya saya tidak dapat menghadiri keduanya, karna ternyata pada dua hari tersebut dapet jatah piket di kantor.

Setelah kedua undangan di bulan November 2007, berlanjut dengan pernikahan sahabat saya Ardian dan Fikie di daerah Bekasi pada 21 dan 23 Desember 2007. Kalo undangan yang satu ini, saya diwajibkan datang oleh keduanya***kalo pengin dibantuin untuk ‘proses’ selanjutnya..hahaha. Bahkan pada akad nikahnya, saya malah didaulat untuk menjadi tukang foto-nya***berhubung yang minta sahabat sendiri, saya gratisin. Pada tanggal 23 Desember itu, sebenernya juga ada undangan nikah dari sahabat semasa SD -Hafidah a.k.a Papit- di Gemolong. Tapi apa daya, badan saya cuma satu, jadi ga bisa hadir di dua tempat berbeda dalam satu waktu. Lalu dilanjut undangan pernikahan Wawan – Awe di Semarang pada 2 Januari 2008. Sayang seribu sayang, saya juga tidak ga bisa menghadirinya, karna jatah libur saya cuma sampe tanggal 1 Januari.

Dan ini adalah undangan yang terbaru via email,

 

Assalaamu’alaikum
Bismillaahirrahmaanirrahiim
InsyaAllah akan menikah :

Tri Wahyu Yunianto
dengan
Mufida Brilian Nisa’

Akad nikah : Ahad, 20 Januari 2008/10 Muharram 1429 H
Waktu : 10.00 WIB
Tempat : Jl. Slamet Riyadi No. 367, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo

Mohon doanya dari ikhwah sekalian.
Wassalam,

twyunianto

Pengin datang sih, sekalian pulang kampung juga. Tapi setelah diliat di jadwal piket, ternyata tanggal 20 Januari 2008 bukanlah hari libur buat saya. Hiks…hiks.. padahal pengin banget bisa menghadiri undangan tersebut, apalagi sang Mempelai Pria adalah sahabat satu kompleks di Istana Perjuangan, tapi apa daya kalau keadaan ternyata berkata lain. Maafkan saya Bro!!!

Untuk bulan April 2008 pun ada dua orang sahabat saya di SMP yang akan menikah. Tanggal 4 April 2008 akan diisi pernikahan Himawati dan dilanjut pernikahan Noviana Indah pada 12 April 2008. Keduanya pun sudah mengirimkan undangan via SMS kepada saya. Kalo yang ini saya belum tau bisa datang apa nggak.Fiuhhh….

Februari 2008?? Maret 2008?? Ternyata masih kosong.hehehehehe… Still waiting for wedding invitation.

Buat sahabat-sahabat saya, mohon maaf banget kalo saya tidak selalu bisa memenuhi undangannya, tapi yang pasti meskipun saya tidak bisa hadir secara fisik, insya Allah doa saya selalu mengiringi. Barakallah…

 

..:: Jakarta, habis shubuh ::..


penyakit kambuhan

Selama beberapa hari di Bandung kemaren, saya sempet jalan-jalan ke Palasari. Niat awalnya sih cuma mau beli Majalan InfoLinux edisi Januari, tapi ternyata setelah sampai di sana malah jadi mampir ke BBC (Bandung Book Centre)***toko buku langganan saya. Dan bisa dipastikan saya ga bakal pulang dengan tangan hampa. Mumpung lagi di toko buku, saya berniat membeli beberapa buku tentang pernikahan, tapi buku yang saya cari stok-nya lagi kosong.

Setelah hunting di sudut-sudut toko, akhirnya saya berhasil membawa pulang dua buah buku di bawah ini, tentunya setelah membayar di kasir.hehehe

buku baru

Terbukti, kalo udah di toko buku pasti ga bisa ngontrol diri. Alhamdulillah, sore itu saya datang ke BBC ketika udah mau tutup. Kalau saja saya datang lebih awal, bisa jadi buku yang saya bawa pulang pun akan lebih banyak. Anehnya, saya juga ga merasa nyesel kalo uang yang ada di dompet dihabiskan untuk beli buku.

Moga minggu ini dua buku di atas bisa selesai, jadi minggu depan bisa beli lagi.Hwahwa….dasar!!!

 

..:: Jakarta, sore hari ::..


lelayu

Kemaren (Jumat, 11 Januari 2007) siang, saya mendapat SMS dari sahabat dekat saya, Ardian Widhiyanto, yang ngabarin kalo Eyangnya yang tinggal di Kopo meninggal dunia sekitar jam 9.30 WIB karna sakit. Inalillahi wa inna ilaihi raji’un, semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah dan diberikan tempat yang baik, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Sehari sebelumnya, Ardian ama Istrinya (red -Fikie) memang sempet nengokin, dan saat itu kondisi kesehatannya sudah menurun drastis. Dan ternyata Allah berkehendak untuk menutup usia beliau sehari sesudah ditengokin oleh cucunya.

Kematian….akan datang di waktu yang tidak bisa diprediksi oleh manusia. Semoga kita semua masih diberi kesempatan untuk mempersiapkan ‘bekal’ untuk bertemu Sang Khaliq.

Sudah siapkah kita bertemu dengan KEMATIAN ??

 

..:: Bandung, ba’da maghrib ::..


seteduh tatapmu

Dalam balutan indahnya gerimis senja
Ada rasa yang hadir sesejuk embun pagi
Menetes di sela rimbun dedaunan,
seakan tak berharap sang mentari menghapusnya

Dalam lembut dekapan kabut tipis, sore itu…
Ada damai terasa menelisik relung jiwa
Seiring langkah menerobos rimbun padang sabana,
di tengah hangatnya pulau cinta

Ijinkan ku tinggal sejenak,
menikmati semilir angin syahdu yang berhembus menerpa jiwa
Menghayati gemericik riang sungai kasih,
yang senantiasa mengalir melintasi dimensi ruang hati

Seiring teduh tatap matamu,
meyakinkanku

c i n t a

 

..:: Gemolong, 1 Januari 2008 ::..


menu siang ini

nasi goreng enakIni dia menu makan siang favorit saya selama beberapa hari belakangan. Sebenernya cuma nasi goreng yang ditambah bakso ama sosis, akan tetapi ramuan bumbunya cukup unik dan ueenak. Apalagi jika ditemani secangkir kopi atau sebotol frestea. Kebetulan siang ini, saya memilih frestea untuk mendampingi nasi goreng yang lezat tersebut. Nah, yang asbak itu punya warung***bukan punya saya, dan kebetulan aja ada di meja yang saya tempati.

Salah satu yang bikin beda dari nasi goreng ini adalah digoreng menggunakan margarin bukan minyak tanah goreng seperti yang biasa dipakai kebanyakan tukang nasi goreng. Pertama kali mungkin terasa rada aneh dan bikin eneg, tapi tetep aja seberapapun porsinya, pasti semuanya masuk ke dalam perut saya***gimana bisa kurus kalo kayak gini caranya.

Harganya pun relatif sama dengan nasi goreng yang lain. Seporsi nasi goreng yang ditambah bakso ama sosis bisa ditebus dengan harga delapan rebu rupiah plus sebotol frestea seharga dua rebu rupiah. Tempatnya pun sangat mudah saya jangkau, yaitu di kantin kantor***hehehe..ya iyalah- wilayah TB Simatupang. Apalagi kalo kondisi lagi lapar berat, dijamin bakal bertambah nikmat.

 

..:: jakarta, habis makan siang ::..


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.