Monthly Archives: October 2007

sarapan hari ini

Alhamdulillah, pagi yang cukup menyenangkan di kantor. Tadi pagi ketika berangkat ke kantor, ga biasanya perut melintir nahan lapar. Biasanya, ada rekan kerja saya di kantor yang bisa dititipin sarapan, tapi pagi ini ternyata beliau pun ga jadi sarapan. Terpaksa, menahan lapar karna males keluar ga mungkin ninggalin kerjaan. Akhirnya, cuma sarapan dengan secangkir kopi torabika 3 in 1.***Sruputttt…..mantep tenan.

Ga disangka, ternyata malah kedatangan 3 paket pizza hut hasil sisa uang piket lebaran kemaren. Dan seketika itu pula, orang-orang di ruangan saya, berubah menjadi ‘moster-monster’ makanan yang lagi kelaparan. Dalam sekejap, 3 kotak pizza pun habislah sudah tanpa ada kesempatan buat saya untuk mengambil foto. ***Siyallll….brutal.

Dan saya-pun, berhasil mengambil 2 potong pizza yang cukup bisa membungkam perut saya untuk ga teriak-teriak lagi. Memang, dimana-mana yang namanya makanan gratis pasti enak dan cepet habisnya.

::kenyang makan pizza, lanjutin nyruput lovely torabika::
Jakarta 11:25 WIB


SMS lebaran

Iseng, saya membuka archive SMS lebaran kali ini yang buanyak banget. Masih sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini pun saya menyimpan semua SMS lebaran yang terkirim ke hape saya. Tahun ini, saya dapet lebih dari seratus SMS. Alhamdulillah….sekalian pendataan kembali nomer-nomer hape temen-temen yang sempet terhapus dari phonebook yang terformat beberapa bulan lalu. Sekaligus jadi ajang silaturahim dengan temen-temen lama juga. SMS yang masuk pun jadinya macem-macem, dari yang bikin puisi, pake bahasa asing, pantun, sampe yang bahasa resmi. Ini nih, siapa-siapa yang udah ngirim SMS ke saya. Thanks masih menyempatkan diri untuk mengirimkan sebuah ucapan kepada saya.

iwan, aristea, nyunyun, prima, adheet, risma, tora, novi, ajijah, himawati, bagrul, lucky esa, mas budi haryanto, andhik, tantri, ilafi, anggi sipahutar, broto, nicin, intan nurma, agung bani, daru, tashya, mas isa anshari, mila, bayu isnanto, cahyo gemuk, ajee, esti, mas beny, bud_kecil, detchi, ihsan, heru, faizal, riyandi jenggot, bobby juan, tanty, mbak candry, si kun, bu retno novi, dodyk, gabe, drg. rochman, mas avi, pak tulus, avee, ghochi, rika foelyati, ratih, poni, hammam, erda, nurina, tika, awe, coanna rofiq, shinji69, adjie comp-news, puput, ariyani sanjung, kiki, maya, ali, andika bayu, tw yunianto, rolly, refky, dian teplox, iman fachmy, yuni, vika, mas’ud, mas ronnie, made, wawan kdp, p’ asep mulyana, kang azim, ferry irawan, arief lutfi, fikie, ngabdul, fira, erwin ese, alfi, iman, lia, ardian, arif, fahmi mubarak, ary, noenk, dede salman, agus kentuz, pelangi nila, ika nurmaliyanti, fitry, papa-nya nila, snell, uus, collek, evi zerda, hadary, erydani, rohmat, yannas


7 juta untuk ??

Akhir bulan ini, saya perkirakan akan ada cadangan keuangan yang nganggur di tabungan saya sekitar tujuh juta rupiah. Ada beberapa rencana untuk mengalokasikan sebagian besar duit nganggur tersebut untuk mengurangi wishlist yang pernah saya buat sebelumnya. Dengan memikirkan berbagai kebutuhan yang ada (red -prinsip important & urget), kira-kira peluang larinya alokasi duit tersebut adalah seperti ini :

Pertama:wishlist nomer 5 yaitu proyek bisnis bareng begundal Lutfi dan begundal Mas’ud. Ini menjadi prioritas utama larinya duitku nanti. Setidaknya proyek ini bisa menjadi pelarian penyelesaian masalah karna urusan cinta beberapa rencana yang selama ini belum bisa konkrit. Saya perkirakan jika duit dialokasikan untuk urusan ini, setidaknya akan berkurang minimal 5 juta rupiah. Tapi hal tidak menjadi masalah bagi saya, selain memang merupakan sebuah investasi masa depan toh saya juga memang selama ini punya keinginan untuk punya sampingan selain kerjaan tetap sebagai kuli Engineer NOC.

Kedua:wishlist nomer 1 yaitu Canon EOS 400D. Jika nanti rencana alokasi pertama gagal alias ga konkrit, maka peluang kedua akan jatuh untuk pembelian senjata kamera. Maklum, sebagai insan potogenik dan punya keinginan untuk menjadi model photografer, senjata kamera adalah modal wajib untuk seseorang newbie seperti saya. Setidaknya juga, kalo posting ada gambar yang bisa ditempelkan, biar keliatan lebih asyik. Selama ini saya ngerasa banyak moment-moment penting yang terlewat karna ketiadaan senjata kamera di tangan saya. Nah, terakhir ngeliat di forum ama di toko online, harganya masih di rentang 6 – 7 juta. But no problem!!!! Apalag, jika saya udah suka sama suatu barang, berapapun mahalnya harganya, asalkan isi dompet masih cukup untuk membeli, pasti akan saya beli. ***beghhh….bad habbit banget

Ketiga: wishlist nomer 2 yaitu laptop. Saya memang berencana untuk memberikan teman untuk diajeng™ yang sering kesepian ketika saya tinggal.***halah… Dengan aktivitas yang lebih banyak mobile seperti sekarang, kayaknya bakal lebih simple kalo saya punya laptop, selain memang saya sudah berencana untuk mewariskan ilmu diajeng™ ke adek saya yang kuliah di jurusan psikologi sebuah universitas di Solo. Terakhir saya liat di sini, harganya sudah dibawah enam juta.

Itulah tiga kemungkinan yang paling besar kemana larinya tujuh juta uangku nanti. Kalo mau dilalokasikan untuk wishlist nomer 3, masih kurang sekitar 5-6 juta. Kalo mau ke yang nomer 4, masih nunggu kehadiran W960i di Indonesia. Lagian, saya juga belum terlalu butuh untuk hape yang terlalu bagus. Kalo mau ke nomer 6, ****hmmmm masih terhambat dengan cuti yang belum bisa saya dapatkan dari kantor. Selain itu, badan saya sudah lama tidak dipersiapkan untuk menghadapi tantangan yang membutuhkan stamina lebih. Apalagi setelah badan saya mengalami mengalami pembengkakan kenaikan 10 kg pada tahun 2006 menjadi 64 kg (alhamdulillah….saat ini sudah bisa turun menjadi 60kg).

Tinggal nunggu tanggal 27 oktober, rencana kunjungan resmi ‘mblayang’ saya ke Bandung untuk memastikan kemanakah larinya uang tujuh juta itu.. Ato anda punya saran??

::Jakarta, menjelang maghrib, tetep di kantor::


lelayu

Innalillahi wa inna ‘ilaihi raji’un

Telah berpulang ke Rahmatullah, ibunda dari sahabat Awalia Rahmawati (Awe) – TI 2002 STT Telkom di Semarang sekitar jam 12 siang.
Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

 

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu

doa untuk jenazah

Berita duka ini barusan saya dapet dari SMS yang dikirim Fajri Rahmanda jam 18.57 tadi. Tadi siang sih beliau sempet nelpon saya, nanyain nomer temen saya yang ada di Solo. Cuma saya ga terlalu ngeh aja, cuma bilang “iyo We…nduwe, mengko tak kirim SMS wae!!” (artiin sendiri…).
Kaget…tapi akhirnya bisa jadi sebuah pengingat juga bagi saya, bahwa KEMATIAN itu bisa datang kapan aja, tanpa permisi. Kematian tak kan bisa diundur atopun dimajukan meski hanya satu detik.

Astaghfirullah…..ampuni hamba-Mu ini ya Rabb.

::Jakarta-kantor-abis isya’::


my wishlist

Iseng-iseng, berhubung terlalu banyak hal yang membuat penuh otak, maka saya putuskan untuk membuat wishlist. Setidaknya, membuat hidup jadi lebih terencana, meski UUD (ujung-ujungnya duit). Beginilah nasib… semenjak kepindahan saya ke bumi batavia dari awal juni lalu, sedikit banyak mengubah pola hidup yang selama ini ada. Dan yang pasti, wishlist ini akan berubah sesuai perkembangan waktu dan keadaan ekonomi dalam negeri (halah…mule deh!!).

  1. Canon DSLR EOS 400D
  2. Acer Aspire 4520
  3. Yamaha New Jupiter Z
  4. Dopod 838pro ato SE W950i SE W960i done @ 4 november 2007
  5. Nge-konkret-in proyek bisnis bareng Lutfi a.k.a PerjakaPatahHati™ dan Mas’ud a.k.a BegundalNekad™done @ 6 november 2007
  6. Ke puncak Mahameru ama Rinjani
  7. Bidadari Pendamping Hidup (maaf, ga dikasih link…ntar ada yang ngerasa ga terima!!)
  8. ….
  9. ….
  10. …. (masih mikir…..)

Yang perlu diketahui bersama, nomer urutan bukan merupakan skala prioritas dan kebutuhan. Skala urgent dan important tergantung dari waktu dan keadaan sekitar saya. Tapi kalo diliat dari wishlist saya, dari yang pertama sampe kelima, budget-nya tidak kurang dari lima juta rupiah. Busyetttt…….
Ndak apa-apa!!!! yang penting ada keinginan dulu, pasti ntar ada jalan buat mewujudkan semuanya.

:: Jakarta-office-lewat jam 9 malem ::


surat sahabat

Semalam, setelah saya pulang dari kantor, iseng membuka beberapa file holder yang bertuliskan arsip penting. Banyak sekali barang yang bisa saya temukan, mulai dari kartu lebaran saat saya masih duduk di bangku SMP, trus juga ada foto-foto kelas IF-26-01, surat-surat dari adek saya ketika awal-awal pindah ke Bandung, dan beberapa sertifikat seminar dan pelatihan. Tapi ada satu yang menarik perhatian saya, yaitu sebuah surat yang dikirim oleh sahabat terdekat saya. Seseorang yang telah saya kenal pribadinya semenjak masih TK. Bersama, tlah kami lewati beberapa kurun waktu. Suka dan duka bahkan pernah sama-sama kami rasakan. Karna itulah, saya sudah menganggapnya seperti saudara sendiri. Bisa jadi, dia-lah yang paling tau sepak terjangku dan segala sifat yang ada di diriku. Bagi saya, dia adalah sahabat yang tak tergantikan.Balik lagi ke surat, perkiraan saya, surat itu dikirim sekitar akhir 2002 atau awal 2003. Mungkin terasa aneh, jaman kayak gini koq masih nulis surat…hueheuheue, tapi memang itulah kenyataannya. Saat itu (red -tahun 2002-2003) dunia per-HaPe-an belum semeriah sekarang, jadi wajar saja kalo komunikasi saat itu masih menggunakan surat. Tapi justru itulah yang membuatnya tetap terkenang hingga saat ini.
Berhubung sahabat saya ini adalah pengikut setia SLANK, surat yang ditulis pun menyertakan judul lagu dari SLANK. Lucu….apa adanya….gokil….tapi TULUS. Berikut isi surat sahabat saya tersebut :

g0En
di ATMOSFER NGEBLUES
Pulau Biru

Salam Peace & Love
Hai BOCAH, apa kabar kamu disitu? Baik-baik aja kan? Elu sehat-sehat aja khan, ga terkena VIRUS penyakit. Kamu di sana jangan lupa jaga diri hati-hati, banyak KOEPOE-KOEPOE LIAR berkeliaran. Dan elu jangan sampai KETINGGALAN JAMAN meski elu agak KAMPUNGAN yang enggak pernah makan HAMBURGER. Jangan sampai elu terjerumus ke dalam LORONG HITAM meski kita dulu ANAK MAMI yang selalu cari MAWAR MERAH yang segar, apalagi kita kalau berdua sering jadi ANAK MALAM minum susu segar atau KOPI AIR HUJAN, tapi yang penting kita MAKAN NGGAK MAKAN ASAL KUMPUL. Eh, elu di situ lagi sibuk apa? kalo gue sekarang sedang sibuk ngurus rencana bikin skripsi (eh bercanda). Gue lagi sibuk ngurusin badan, ngeringin baju yang nggak kering karna HUJAN terus. Biasa..PERKIRAAN CUACA yang tidak menentu gara-gara alam yang udah NGGAK PERAWAN lagi. Kalau gini SIAPA YANG SALAH ? Coba tebak ! Atau AKTOR INTELEKTUAL ?? Dan gue juga lagi nyari MAWAR MERAH baru. Coba gue tebak.. elu pasti lagi sibuk, apa mungkin FIRASAT gue mengatakan kalau elu lagi sibuk ngerjain PR SI SUM atau elu LAGI GAMPANGAN apalagi MAU BELI TIDUR.
Wan, gue kangen ama elu, bener deh!! Gue tanpa elu bagai kopi tanpa gula. Eh, elu tahu nggak, gue sekarang udah agak berubah, gue sekarang nggak suka MAIN API apalagi MAENAN IBLIS. Gue lebih baik MAININ BLUES MALES ato MANDI AIR HUJAN aja. Gue nggak begitu PARAH SE-X kayak dulu lagi. Kapan elu balik ke basecamp kita? Gue nunggu elu. KAMU HARUS PULANG untuk menyongsong JKT PAGI INI. Kita jangan sampai KALAH di tengah jalan, gara-gara batu KARANG yang menghalangi langkah kita untuk NAIK-NAIK KE PUNCAK GUNUNG.
Jangan lupa, kalo ada obralan jeans, beliin gue satu, warna biru yang seukuran gue. Kalau elu balik, gue pasti kan nagih itu barang. Jangan kuatir, ongkos cuci cetak akan gue ganti (kalo gue punya duit). Tapi pasti, kalo ga sekarang, gue bayar KALAU AKU JADI PRESIDEN. Nanti, elu bakal gue jadiin Mentri, tapi gue juga nggak tahu ENTAH JADI APA. Aku sih TERSERAH apa aja asala jagan jadi SUKU BENALU, PREMAN URBAN, KORBAN TRADISI, BINTANG KESIANGAN, atau TONG KOSONG.
Semua kan udah ada yang ngatur, tapi itu semua kan PERCUMA kalau nggak ada semangat dan kemauan “Say No to Drugs, No Women No Cry, No Money No donk”, okey!!
Oh iya, kabar si JOSEPHIRA elu baik-baik aja, nggak kurang suatu apapun. Sesekali dia pernah datang ke PULAU BIRU gue.
Oh iya pren, BEGITU SAJA ya surat dari gue. Kapan-kapan kali gue punya BMW (Berantakan, Macet, Wawut-wawutan), gue maen ke istana elu. Udah ya, gue capek, tangan gue udah kriting nulis surat buat elu.

Ttd

Manusia Dlm Masa Transisi

Darinya, saya dapatkan sebuah kisah persahabatan yang luar biasa, yang membuat saya tetap yakin bahwa saya tidak pernah sendiri. Darinya, saya bisa belajar tentang arti ketulusan sebuah persahabatan. Saya selalu merindukan saat-saat itu, saat kami berdua nongkrong di tempat favorit (Angkringan depan SD N 1 Gemolong) dan berbicara tentang masa depan.

Sahabat…..sebuah nama tlah tertulis di ruang hatiku, dan itu namamu….”Heru Widianto”.

Jakarta, 14 Oktober 2007 @ office
-lebaran pertamaku yang tidak bisa berjumpa dengannya-


dan Ramadhan pun tlah berlalu

Hari ini (red -Sabtu, 13 Oktober 2007) bertepatan dengan 1 Syawal 1428H, sebagian umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri. Saya tulis sebagian, karna pada kenyataannya memang ada yang merayakan Idul Fitri kemaren (red -Jumat), tapi bagi saya pribadi hal tesebut tidaklah menjadi sebuah masalah. Toh masing-masing pihak yang berwenang untuk menetapkan 1 Syawal pasti juga punya dasar ilmu, tergantung kita mau mengikuti yang mana. Banyak orang menyebut Idul Fitri sebagai ‘hari kemenangan’. Tapi ada banyak hal yang terus menerus mengisi pikiran saya ketika Ramadhan ini tlah berlalu. Benarkah saya tlah menang?? Menang atas apa?? Hal tersebut yang senantiasa menjadi sebuah pertanyaan besar bagi saya. Seharusnya, setiap moment Idul Fitri menjadi sebuah moment kemenangan setiap Muslim, karna ia tlah mampu menundukkan dan mengendalikan hawa nafsu. Namun, apakah kemenangan itu hanya akan diraih ketika bulan Ramadhan saja?? ataukah 11 bulan setelahnya kita masih bisa berkata bahwa “saya tlah MENANG”. Sungguh, saya sangat khawatir karna saya terlalu berbangga diri di hari ini atas sebuah kemenangan, lalu pada 11 bulan berikutnya saya kalah telak, dan syetan pun tersenyum senang sambil berkata “giliran GUE yang sekarang MENANG”. Na’udzubillah min dzalik. Saya hanya bisa terus berharap, berdoa, dan berusaha semoga saya selalu MENANG di waktu-waktu setelah ini.

Saya tertegun membaca email kiriman seorang sahabat nun jauh di Gemolong sana yang isinya seperti berikut ini,

“walo ramadhan tlah berlalu, namun setidaknya hikmahnya tak ‘kan hilang oleh waktu”

Dan, saya benar-benar menyesal ketika Ramadhan kali ini pun tlah berlalu tanpa usaha yang maksimal untuk memanfaatkannya. Padahal, tahun depan belum tentu tahun Allah masih memberikan kesempatan untuk berjumpa lagi dengannya. Saya pun meng-amin-i, semoga hikmah Ramadhan kali ini tak kan lekang oleh waktu.

Idul Fitri kali ini benar-benar menjadi saat yang spesial buat saya. Pertama kali dalam hidup saya melewatkan Idul Fitri tanpa berkumpul dengan keluarga. Baru pertama kali saya mengikuti sholat ‘Ied di tanah perantauan bernama Jakarta. Ada rasa rindu dan kangen yang bergejolak dalam dada yang harusnya segera diobati. Biasanya, setelah shalat ‘Ied ada acara sungkeman ama Ibu, Bapak, dan Adek. Trus berkunjung ke rumah eyang dan saudara-saudara, untuk berbagi cerita dan pengalaman hidup. Tapi tahun ini berbeda, setelah status saya menjadi kuli IT di NOC Departement yang mempunyai 24 jam operasional, walhasil, kantorpun tidak memberikan jatah libur Idul Fitri untuk saya. Jadilah saya standby selama liburan ini. Mana masih sendiri pulak!!!

Ada suasana yang bener-bener berbeda ketika saat ini saya melewatkan Idul Fitri dengan teman-teman di kantor. Mereka-lah yang kini menjadi keluarga saya di Jakarta. Alhamdulillah… Bahkan hape saya pun menerima ratusan SMS ucapan Idul Fitri dari sahabat-sahabat, dosen, kenalan, teman kantor, yang membuat hidup semakin merasa berarti dan tak lagi merasa sendiri kesepian.

Akhirnya, untuk semua orang yang tlah hadir di kehidupan saya, ijinkanlah dari hati yang terdalam saya mengucapakan :

Selamat Idul Fitri 1428 H
Taqabbalallaha minna wa minkum
Shiyamana wa shiyamakum
Kullu ‘amin wa antum bi khairin
Mohon maaf atas segala salah dan khilaf
Semoga kita menjadi insan yang senantiasalebih baik dari hari ke hari

Jakarta, 1 Syawal 1428 H, selepas isya @ lovely office
–try to get better day by day–


my winamp playlist

Sesuai judul postingan kali ini, seminggu ini ada yang tidak berubah dari playlist di komputer kantor dan juga diajeng™. Playlist aneh, yang isinya campuran dari nasyid, pop, slow rock, jazz, sampe campursari. Maklum, mungkin gara-gara suasana hati yang lagi gundah, bimbang, plus suasana kesendirian, akhirnya jadi aneh gini seleranya. 10 lagu yang selalu jadi playlist minggu ini adalah :

  1. Gradasi – Kupinang Engkau dengan Al-Qur’an
  2. Edcoustic – Nantikanku di Batas Waktu
  3. Seismic – Rumahku Surgaku
  4. Brothers – Teman Sejati
  5. Kerispatih – Sepanjang Usia
  6. Kerispatih – Hanya Kamu yang Bisa
  7. Mr. Big – Not One Night
  8. Mr. Big – Just Take my Heart
  9. Dave Koz – Together Again
  10. Manthous – Yen Ing Tawang Ono Lintang

Hmmm…..tapi ada satu yang paling saya suka, yaitu yang judulnya “Kupinang Engkau dengan Al-Qur’an”. Tanpa harus membayangkan kesana-kemari yang ga jelas, liriknya bisa menjadi sebuah pengingat dalam mengarungi bahtera rumah tangga nanti *halah….koq nyambungnya mesti ke arah ini sih!!!*. Dulu sih, pertama kali tau dan dengar nasyid ini jg dari TW & Mahfud (red -sohib di Istana Perjuangan Bandung) karna mungkin saya sendir terlalu kuper untuk masalah nasyid..hueheuheue.
Saya sih berharap, semoga suatu saat nanti, semua yang ada di playlist bisa berganti dengan murottal bukan nasyid, pop, slow rock, atopun campursari.Jakarta, 04 Oktober 2007
@office, sesaat sebelum pertandingan Chelsea – Valencia


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.